23 September 2021, 19:33 WIB

Tanah Milik Tersangka ASABRI Seluas 26.765 Meter Persegi Disita


 Tri Subarkah | Politik dan Hukum

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyita tanah milik Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Tbk, Teddy Tjokrosaputro, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Teddy adalah salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut tanah yang disita seluas lebih dari 20 ribu meter persegi. "Berupa empat bidang tanah dan atau bangunan dengan luas seluruhnya 26.765 meter persegi," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/9).

Menurut Leonard, Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pinang telah mengeluarkan Penetapan No. 59/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.Tpg tanggal 22 September 2021 yang mengizinkan penyidik Gedung Bundar untuk menyita tanah tersebut.

Adapun aset tanah yang disita masing-masing terdiri dari satu bidang tanah dan atau bangunan seluas 1.700 meter persegi, 3.568 meter persegi, 3.117 meter persegi, dan 18.380 meter persegi.

Seluruh aset tanah milik Teddy diatasnamakan ke PT Tanjung Pinang Sakti. Di atas tanah tersebut, berdiri sebuah mall dengan nama Tanjungpinang City Center.

"Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau transaksi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara dalam proses selanjutnya," tandas Leonarad.

Sebelumnya pada Senin (13/9) lalu, penyidik juga telah menyita dua sedan BMW tipe 520i milik Teddy yang diatasnamakan PT Rimo. Direktr Penyidikan JAM-Pidsus, Supardi, menyebut saat ini mobil dengan nomor polisi B 1136 SAQ dan B 1347 SAO itu telah dititipkan ke kantor pusat ASABRI di Jakarta.

Kasus megakorupsi ASABRI menyebabkan kerugian keuangan negara sampai Rp22,788 triliun. Setidaknya ada 23 tersangka yang sudah ditetapkan oleh Kejagung sampai saat ini. 13 tersangka adalah perorangan, sementara 10 lainnya merupakan tersangka korporasi manajer investasi (MI). (Tri/OL-09)

BERITA TERKAIT