23 September 2021, 13:28 WIB

Presiden: Sudah Selayaknya Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia


Andhika Prasetyo |

SEBAGAI negara kepulauan terbesar, sebagai negara dengan panjang garis pantai lebih dari 108 ribu kilometer, sebagai negara dengan kekayaan hayati laut terbesar, sudah selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam acara peringatan Hari Maritim Nasional 2021 yang dihadiri secara virtual, Kamis (23/9).

"Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi biru kita. Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kokohkan. Bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, melainkan melalui kerja nyata," tegas Jokowi.

Pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau. Tidak hanya melalui pembangunan pelabuhan di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi juga melalui program tol laut yang mempermudah mobilitas barang dan orang antarpulau.

Itu semua dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga mereka bisa meningkatkan nilai tambah perekonomian.

"Walaupun lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki, mempunyai potensi perekonomian yang tinggi. Potensi industri pangan yang berbasis laut, potensi pariwisata maritim, potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut, semua itu bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok nusantara," jelas mantan wali kota Solo itu.

Baca juga : Jokowi: Harus Ada Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

Di sisi lain, ia meminta para pelaku usaha, perguruan tinggi dan kelompok masyarakat juga bergerak membantu pemerintah.

Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan demi mendongkrak kinerja sektor kelautan.

"Pemanfaatan dan pengembangan iptek di dunia perkapalan harus terus-menerus kita upayakan. Bukan hanya Industri pembuatan kapal saja tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global. Itu harus terus kita kembangkan. Kita harus menjadi menjadi raja di laut kita sendiri," papar Jokowi.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan kepada seluruh pihak untuk memanfaatkan keyaan laut dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Hal tersebut wajib dilakukan agar generasi penerus tetap bisa menikmati keindahan dan kekayaan alam yang ada di dalamnya.

"Penangkapan ikan di laut itu perlu, tapi pola penangkapannya harus terukur sesuai azas keberlanjutan sumber daya laut. sekali lagi, sikap arif dan bijak memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara arif dan bijak akan membuat kita menjadi negara yang kuat dan makmur berbasis kekuatan kemaritiman kita," tandas Jokowi. (OL-2)

BERITA TERKAIT