23 September 2021, 09:15 WIB

Bawaslu RI Buka Sekolah Kader Pengawas Partisipatif


Agus Utantoro | Politik dan Hukum

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menyelenggarakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat dasar di Yogyakarta.

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini digagas sejak 2018 oleh Bawaslu RI bertujuan untuk menyebarkan dan mendorong semangat dan inisiatif masyarakat dalam mengawal agenda demokrasi serta mengorganisir proses transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan teknis pengawasan pemilu bagi generasi muda.

SKPP pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diikuti 80 orang yang berasal dari Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo. 

Baca juga: Politik Biaya Tinggi serta Pengawasan Lemah Akibatkan Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Adapun penyelenggarannya akan berlangsung sampai dengan 24 September 2021 dan dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Rabu (22/9) malam.

Danang Maharsa, dalam sambutannya, mengaku menyambut gembira dan mengapresiasi atas terselenggaranya Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Kabupaten Sleman ini, mengingat SKKP ini bertujuan menciptakan kader pengawas pastisipatif yang berdedikasi, berintegritas dalam pengawasan proses tahapan pemilu.

Kehadiran SKPP, kata Danang, dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Partisipasi masyarakat yang tidak hanya sekedar sebatas datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih, melainkan diharapkan juga proaktif melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pelaksanaan pemilu di lingkungannya masing-masing sehingga tercipta pelaksanaan pemilu yang berkualitas dan nantinya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas juga.

"Saya berharap kepada para peserta SKPP dapat bersunggung-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga diharapkan menjadi alumni yang bisa menjadi mata dan telinga Bawaslu yang akan lantang berteriak melawan berbagai pelanggaran pemilu," tambahnya.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan antusiasme masyarakat  untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu ini cukup tinggi, dibuktikan dengan peserta yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan SKPP ini cukup banyak.

"Yang membanggakan bagi kami adalah peserta kali ini mayoritas anak muda, generasi milenial. Anak muda ini kami lihat masih mempunyai idealisme yang baik, punya visi yang baik, dan belum terkontaminasi dengan hal-hal buruk dalam politik, sehingga tujuan dari SKPP ini untuk mencetak kader yang mempunyai dedikasi, keterampilan, dan berintegritas tentunya akan terpenuhi," tambahnya.

Abhan juga berharap alumnus dari SKPP ini nantinya akan menjadi simpul-simpul penggerak pengawas partisipatif di masyarakat. Dari alumnus nanti program-program sosialisasi Bawaslu, program-program pendidikan politik dari Bawaslu bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. (OL-1)

BERITA TERKAIT