23 September 2021, 07:20 WIB

Jokowi: Harus Ada Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pentingnya penataan ulang sekaligus penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia, untuk menyudahi pandemi covid-19 di level global.

Saat ini, kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani pendemi, terutama vaksinasi masih sangat timpang.

Hingga Agustus lalu, berdasarkan data WHO, penyuntikkan vaksin di Amerika Utara dan Eropa sudah mencapai 77,73% dan 76,81%.

Sementara, di ASEAN baru sebesar 17,63%. Bahkan, lebih parah lagi, vaksinasi covid-19 di Afrika baru 4,3% dari populasi.

"Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah langkah nyata. Di masa depan kita harus menata ulang arsitektur ketahaman kesehatan global," ujar Jokowi sapaan Presiden RI, dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-76 yang ia hadiri secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9).

Tidak hanya dari sisi vaksinasi, mekanisme baru untuk menjamin ketersediaan obat-obatan, serta alat dan tenaga medis secara cepat dan merata di seluruh negara di dunia.

Negara-negara maju harus bisa membantu negara-negara berkembang dan kelompok rentan untuk bisa melalui persoalan ini dengan baik.

"Kita harus memberikan harapan bahwa pandemi akan bisa teratasi dengan cepat, adil dan merata. Kita tahu bahwa no one is safe until everyone is," jelas mantan wali kota Solo itu.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan bahwa pemulihan ekonomi dunia hanya bisa terjadi jika pandemi terkendali.

Yang lebih penting lagi, covid-19 menjadi peringatan akan pentingnya penyebaran sentra kebutuhan vaksin dan alat kesehatan di dunia.

Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya pun membuka diri bagi masuknya investsi di sektor tersebut.

"Melihat perkembngan dunia sampai sekarang ini, banyak hal yang harus kita lakukan bersama. Hasil sidang majelis umum PBBB ini ditunggu oleh masyarakat dunia untuk mejawab kegelisahan utama kita semua. Kapan masyarakat akan terbebas dari pandemi. Kapan perekonomian segera pulih dan tumbuh inklusif," ucapnya.(OL-13)

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Klaten Turun, Masyarakat Jangan Euforia

BERITA TERKAIT