20 September 2021, 07:45 WIB

Poso Aman, Pembangunan di Sulteng Lebih Kondusif


Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum

ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal pemilihan Sulawesi Tengah (Sulteng), Abdul Rachman Thaha mengapresiasi keberhasilan TNI dalam memburu Ali Kolara. Keberhasilan ini membuat Sulteng lebih kondusif untuk memacu pembangunan daerahnya.  

"Pada tataran lebih mendasar lagi, saya ingin mengapresiasi ketangguhan masyarakat di sekian banyak kabupaten di Sulteng. Selama bertahun-tahun mereka berada dalam situasi diteror oleh Ali Kalora dan komplotannya. Namun selama itu pula mereka mampu bertahan dengan tetap bekerja dan beribadah. Dan kini, kedahsyatan TNI semoga semakin melipatgandakan semangat masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus memajukan tanah persadanya," ungkap ART sapaan putra daerah Sulteng ini, dalam keterangannya yang dikutip, Senin (20/9)

Pada satu sisi, jelas ART, kita berbangga hati menyaksikan keberhasilan operasi TNI/POLRI di Poso. Pada sisi lain, kita berduka karena sekian banyak personel TNI dan warga sipil gugur di tangan KKB Papua. Dua gambaran kontras itu patut disikapi secara konkret dengan menaikkan anggaran operasi TNI hingga ke besaran yang menjamin efektivitas kerja mereka. Baik operasi TNI di wilayah damai maupun di wilayah tempur semisal Poso dan Papua.

Baca Juga: Ali Kalora Tewas, Pengamat : Berantas MIT Hingga Akarnya

"Seiring dengan situasi Sulteng yang diharapkan kini sudah jauh lebih kondusif, saya menyemangati Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten kota untuk memacu pembangunan Sulteng lebih kencang lagi. Kerja-kerja daerah dan pusat perlu disinergikan, dan saya yang diamanahi untuk berkantor di DPD RI insya Allah akan menjembatani semua pihak dengan sebaik-baiknya," harapnya..

Pembangunan Sulteng, tegas dia, harus digiatkan demi kesejahteraan masyarakat Sulteng sendiri. Seluruh pemangku kepentingan, antara lain pemerintah daerah serta anggota DPD dan pemerintah pusat, perlu serius duduk bersama menciptakan ketentuan-ketentuan tentang bagaimana 1) kekayaan bumi Sulteng digali dan diolah oleh SDM Sulteng dengan tata kelola yang baik, dan 2) hasil bumi Sulteng dikelola secara lebih proporsional.

"Dengan, ekali lagi memaksimalkannya terutama bagi kesejahteraan segenap masyarakat Sulteng sendiri. Toh dunia tahu betapa Sulteng merupakan penghasil nikel terbesar di dunia. Untuk itu, gagasan dibentuknya "koalisi" antar sesama daerah berpenghasilan tambang besar  perlu selekasnya direalisasikan. Ini merupakan media perjuangan yang baik guna menekan pusat dana bagi hasil (DBH) pertambangan lebih besar diperoleh daerah ketimbang pusat," ungkap ART.

Di samping pertambangan, lanjutnya, Sulteng memiliki potensi kuat untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Ke depan, halal tourism yang bertumpu pada kekuatan layanan dan teknologi merupakan wajah pariwisata yang tidak hanya profitable tapi juga bisa mempertahankan kepribadian dan kearifan masyarakat Sulteng.

"Situasi keamanan dan ketertiban Sulteng yang kian hari kian kokoh, disertai gairah membangun yang menyala-nyala, menumbuhkan optimisme bahwa Sulteng akan menjadi salah satu provinsi paling kaya seindonesia dengan kontribusi terbesar bagi pusat," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ali Kalora Tewas, MIT pun Berakhir dan Sulteng Kondusif

BERITA TERKAIT