19 September 2021, 13:34 WIB

Satgas Buru Empat DPO Teroris yang Masih Bersembunyi di Hutan


M. Taufan SP Bustan | Politik dan Hukum

PRAJURIT Polri dan TNI yang tergabung dalam Satsan Tugas Operasi Madago Raya memastikan akan terus memburuh empat anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tersisa dan masih bersembunyi di hutan dan pegunungan Poso, Parigi Moutong, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala Penanggung Jawab Kendali Operasi Satgas Madago Raya Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, kelompok teroris yang telah terafiliasi dengan ISIS itu semakin melemah.

Hal tersebut dipastikan karena menyisahkan empat anggota dan kekurangan logistik.

“Kami ingin membebaskan Sulawesi Tengah dari aksi terorisme. Oleh karena itu, DPO yang tersisa empat orang akan diburu sampai dapat hidup atau pun mati,” kata Rudy kepada sejumlah jurnalis saat menggelar barang bukti di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9).

Menurutnya, empat orang DPO teroris yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Baca juga : Negara Harus Usut Tuntas Kematian Nakes di Pegunungan Bintang

“Jika mereka menyerahkan diri akan diproses hukum. Namun, jika mereka tidak menyerahkan diri, Satgas akan terus melakukan pengejaran,” tegas Rudy.

Di kesempatan itu, Rudy yang juga menjabat sebagai Kapolda Sulteng meminta kepada seluruh warga yang berada di wilayah operasi mulai dari Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi untuk membantu Satgas.

“Jika ada warga yang melihat empat DPO itu di wilayahnya masing-masing, langsung laporkan ke Satgas terdekat,” ujarnya.

Rudy pun memastikan, warga yang bermukim di seputaran wilayah operasi tetap aman dari gangguan para DPO teroris.

“Di setiap wilayah operasi ada pos pengamanan berisi Satgas. Kami pastikan warga yang beraktivitas misalnya di kebun mereka aman,” tandasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT