18 September 2021, 17:04 WIB

Ketua MPR Tantang Aktivis HAM dan Perempuan Lantang Gugat Kebiadaban KKB


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KETUA MPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras tindakan biadab teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang membakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Bahkan, para tenaga kesehatan (Nakes) wanita sampai dilecehkan hingga tewas, serta ditendang ke jurang.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo mempertanyakan aktivis HAM dan aktivis perempuan yang minim respon atas isu ini. Berbeda ketika terjadi pembelaan diri oleh personel TNI atas KKB yang kerap dikaitkan dengan pelanggaran HAM.

"Sekali lagi saya tegaskan, sikat habis. Urusan HAM kita bicarakan kemudian. Jangan ragu bertindak hanya karena persoalan HAM. Utamakan keselamatan rakyat kita. Jangan lagi ada korban dari rakyat yang tidak bersalah," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (18/9).

Menurut dia, negara harus hadir dengan kekuatan penuh untuk menumpas KKB hingga akarnya. Serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan serangan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: PGI Kecam Kekerasan terhadap Nakes di Papua

"Tidak dapat dibenarkan atas nama apa pun. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) sudah mengakui tindakan tersebut adalah bagian dari aksi mereka," urainya.

Oleh karena itu, Bamsoet menegaskan TNI-Polri harus mengerahkan kekuatan terbaik guna menyeret seluruh TPNB-OPM atau KKB ke meha hijau. "TNI-Polri perlu segera menumpas habis para teroris biadab kelompok kriminal bersenjata di Papua," tegas Bamsoet.

Menurut dia pemerintah pusat dengan dukungan TNI-Polri serta pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota se-Papua harus menjamin keselamatan dan keamanan nakes. Jangan sampai kejadian tersebut keji dialami kembali para nakes.

"Terlebih ditengah suasana pandemi Covid-19, kehadiran nakes sangat dibutuhkan. Mereka merupakan pejuang garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa manusia. Gangguan terhadap keamanan dan keselamatan para Nakes merupakan alarm tanda bahaya terhadap kemanusiaan," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT