18 September 2021, 14:11 WIB

51 Mantan Napi Teroris Bikin Petisi, BNPT: Negara Tidak Boleh Kalah


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan pihaknya tidak akan kalah dengan teroris. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar merespons sebuah petisi mantan napi teroris yang berisi pembubaran BNPT beredar.

Boy menyebut bahwa banyak pihak yang memang menginginkan badan anti teroris itu untuk segera bubar. "Teroris dan sekutunya memang inginnya BNPT bubar. Negara tidak boleh kalah dengan teroris," papar Boy, Sabtu (18/9).

Boy mengemukakan apabila banyak pihak yang tidak puas dengan kinerja BNPT, maka itu adalah sesuatu yang wajar. Menurutnya, hal itu wajar lantaran manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

"Kalau ada yang tidak puas itu hal wajar, karena karakter mereka memang berbeda-beda," ucap Boy.

Boy membeberkan sebanyak 800 eks napi teroris yang sudah menjalani program deradikalisasi oleh BNPT.

Baca juga: Terduga Teroris MT Bertugas Pencari Dana untuk Jamaah Islamiyah

"Berbagai program dengan pendekatan kesejahteraan kepada eks napiter sudah dilaksanakan. Sudah lebih 800 eks napiter yang mengikuti program deradikalisasi," terang Boy.

Sebelumnya, beredar sebuah petisi yang ingin membubarkan BNPT. Petisi itu diinisiasi oleh sekitar 51 mantan napi teroris dari berbagai daerah di Indonesia.

"Petisi bubarkan BNPT oleh seluruh alumni napiter Indonesia. Petisi ini adalah salah satu pernyataan sikap para mantan napiter seluruh Indonesia kepada BNPT," bunyi petisi yang beredar itu, Jumat (17/9).

Adapun poin petisi berisi informasi yang berkaitan dengan sejumlah kinerja BNPT. (OL-4)

BERITA TERKAIT