13 September 2021, 18:26 WIB

Pengamat: Waspadai Serangan Balasan JI Terkait Penangkapan Abu Rusydan


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

DENSUS 88 Polri telah melakukan penangkapan Thoriqudin alias Abu Rusydan di Bekasi Jumat lalu. Abu Rusydan merupakan tokoh senior Jamaah Islamiyah (JI) yang selama ini berkeliling Indonesia menjadi penceramah dan motivator agama.

"Kalau betul T alias AR yang ditangkap polisi adalah Abu Rusydan berarti itu penangkapan yang sangat serius. Ini figur yang sangat terkenal di kelompoknya, " ujar pengamat terorisme UI Ridlwan Habib, (12/09).

Menurutnya, Abu Rusydan adalah alumni dari pelatihan militer mujahidin Afghanistan angkatan ke 2 tahun 1990. Abu Rusydan berlatih militer di Camp Sadda Pakistan dan sempat berinteraksi langsung dengan Osama Bin Laden.

Lebih lanjut dijelaskan, usai peristiwa Bom Bali 1 tahun 2002, Abu Rusydan ditangkap polisi dengan dakwaan menyembunyikan tersangka Mukhlas.

Baca juga: Kasus Baru, Densus 88 Tangkap Dewan Syuro Jamaah Islamiyah AR

"Setelah bebas, Abu Rusydan berdakwah keliling Indonesia dan sangat populer di Youtube, " katanya.

Hingga saat ini jika mencari keyword Abu Rusydan di Youtube ada banyak sekali dokumentasi ceramahnya. Salah satu ceramahnya yang cukup popular dan viral adalah ceramah Abu Rusydan soal Pancasila bukan Islam.

Alhasil penangkapan Abu Rusydan ini dikhawatirkan akan memicu aksi balasan dari pengikutnya. Pasalnya, tokoh senior ini banyak mempunyai murid online yang dalam istilah kontra-terorisme disebut lone wolf.

Ia pun mengingatkan aparat keamanan agar memperkuat penjagaan dan lebih waspada.

"Kelompok neo JI walaupun tidak pernah menyerang sejak 2009 tapi masih punya orang orang militan yang punya keahlian berbahaya, " ujar Ridlwan.

Selain itu, Polri perlu memblokir situs dan portal yang masih memuat ceramah ceramah Abu Rusydan.

"Penangkapan Abu Rusydan membuktikan bahwa deradikalisasi belum sukses mengubah orang. Selama belasan tahun Abu Rusydan bebas tanpa ada keberhasilan pemerintah menundukkan ideologinya, " pungkas Ridlwan. (OL-4)

BERITA TERKAIT