12 September 2021, 07:15 WIB

Tindakan Pendukung Demokrat AHY Terhadap Pendiri Partai Disesali


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

PENGAMAT sekaligus praktisi hukum Saiful Huda mempertanyakan perlakuan kader Partai Demokrat versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membubarkan acara peringatan ulang tahun dan tasyakuran PD di Hotel JHL Solitaire, Tangerang, Provinsi Banten pada Jumat (10/9) lalu. Padahal acara tersebut dihadiri para sesepuh pendiri partai yang sepatutnya diperlakukan terhormat.

Dalam pernyataannya, Saiful menyayangkan tindakan itu. Sebab menurutnya, dengan cara itu, AHY seolah membiarkan aksi premanisme politik, alih-alih melatih kadernya berpikir bijak dan dewasa.

Baca juga: Sidang Lanjutan Gugatan Partai Demokrat kembali Digelar

“Cara-cara yang mereka lakukan dengan menggeruduk, menyerbu acara, marah-marah dan mencopoti berbagai atribut, itu bukanlah sikap yang baik, melainkan cara-cara preman,” kata Saiful. Ia mengaku prihatin, karena cara-cara itu menurut dia sangat memalukan dan merugikan kebesaran nama partai sendiri.

Ia  juga membantah tudingan massa yang menuding Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berada di balik acara tersebut. Menurut Saiful, acara itu murni digelar beberapa sesepuh pendiri Demokrat yang merasa terketuk untuk bersyukur, mengenang masa-masa kejayaan partai yang mereka dirikan di masa lalu sekalian melakukan reuni.

“Jadi bagaimana mungkin acara yang sejatinya akan dilakukan dengan khidmat, dan hanya mengundang beberapa orang saja yang dianggap penyelenggara masih memiliki kepedulian terhadap masa depan Partai Demokrat, harus digeruduk?” kata Saiful.

Menurut dia, selain para pendiri dan sesepuh partai, acara tasyakuran itu juga  menghadirkan para akademisi. Salah satu acara yang dijadwalkan, mereka akan memutar video sejarah berdirinya Demokrat dan riwayat masuknya SBY ke partai tersebut. Acara itu bahkan digelar dengan peserta terbatas, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Para pendiri tidak ingin mewariskan sejarah sesat pendirian Partai Demokrat yang telah dimanipulasi. Ada pula dengan cara memasukkan nama SBY sebagai pendiri partai. Padahal, di akte pendirian tidak ada,” kata dia.

Saiful menunjuk beberapa tindakan yang menurutnya jauh dari terpuji, seperti berteriak-teriak menyuruh panitia membubarkan acara. Untunglah kepolisian bertindak sigap sehingga pertikaian itu tidaki menimbulkan korban.

Sementara itu, pengurus DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang, HM Darmizal, mengatakan, sulit untuk memungkiri bahwa Demokratlah yang telah membesarkan SBY, hingga menjadikannya presiden Indonesia dua periode. Sayangnya, SBY telah bertindak tiran dengan secara tidak langsung mewariskan jabatan yang sama kepada anak sulungnya tanpa mekanisme yang benar.

“Itu untuk menguasai partai agar sepenuhnya menjadi milik keluarga. Bahkan, dia tanpa sungkan mendaftarkan partai ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham sebagai properti pribadi.”

Sementara itu, saat dihubungi terpisah, penanggung jawab acara di Tangerang, Hencky Luntungan, menyebut acara tersebut hanyalah dan perayaan HUT yang dihadiri pendiri partai. Karena itu, ia merasa acaranya tidak memerlukan izin ataupun pemberitahuan kepada pihak Kepolisian. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT