12 September 2021, 19:01 WIB

Korban Tewas pada Kebakaran LP Tangerang Bertambah Satu Orang


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

KORBAN tewas pada kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang bertambah satu orang. Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang Hilwani mengatakan korban yang meninggal dunia merupakan narapidana berinisial H (42).

Hilwani mengatakan korban menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (11/9) sekitar pukul 21:30 WIB.

"Tuan H (42) dengan luka bakar 63%" kata Hilwani, melalui keterangannya, Minggu (12/9).

Ia mengatakan sebelumnya telah dilakukan operasi debridement pada Kamis (9/9). Adapun debridement merupakan operasi pembersihan luka, pengangkatan jaringan yang terbakar untuk meringankan peradangan yang dialami korban. Namun, korban meminggal dikarenakan trauma Inhalasi dan luka bakar grade 3 atau sebesar 63%.

Hilwani mengatakan pihaknya telah menyampaikan kabar meninggalnya H ke pihak Lapas dan keluarga.

Dengan meninggalnya H, tercatat jumlah napi yang menjadi korban dalam kebakaran LP Tangerang sebanyak 45 orang. Adapun Tim DVI Polri mengidentifikasi 41 korban dan 4 korban lainnya meninggal di rumah sakit telah ditangani oleh RSUD Tangerang.

Sebelumnya, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang hari ini, Minggu (12/9).

"Tim telah melakukan rekonsiliasi dan telah berhasil mengidentifikasi 3 korban pada hari ini. Dua melalui pencocokan DNA dan satu masih dapat diketahui melalui sidik jari," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Jakarta, Minggu (12/9).

Rusdi merinici korban yang teridentifikasi, yakni Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas, 39. Hadi teridentifikasi melalui sidik jari dan rekam medis.

Selanjutnya, Rocky Purnama bin Syafrizal Sani. 28, yang teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis. Lalu, Pujiyono bin Mundori, 28, yang teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

Rusdi mengatakan dengan penambahan korban yang teridentifikasi tersebut, sejauh ini tim DVI Polri telah mengidentifikasi 10 korban dari total 41 korban dalam kebakaran tersebut. Adapun 31 jenazah belum teridentifikasi.

Rusdi mengatakan polisi telah menerima seluruh data antemortem atau data sebelum korban meninggal, seperti sampel DNA keluarga. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem atau data-data yang diperoleh setelah korban meninggal untuk mengidentifikasi para korban.

"Seluruh data antemortem itu telah diterima oleh tim sehingga ini sangat-sangat membantu tugas-tugas tim DVI dalam rangka mengidentifikasi korban tersebut. Sekarang masih terus dikerjakan oleh tim DVI untuk bisa mengidentifikasi seluruhnya," kata Rusdi.(Faj/OL-09)

BERITA TERKAIT