10 September 2021, 15:49 WIB

Pemilih Kawasan Timur Indonesia Diprediksi Jadi Penentu Pemenang Pilpres


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

SUARA pemilih di kawasan timur Indonesia diprediksi menjadi penentu kemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia. Hasil riset tersebut terungkap dari hasil survei yang dilakukan Index Indonesia.

“Menurut Index Indonesia, wilayah Pamasuka yang merupakan akronim dari Papua, Maluku,  Sulawesi dan Kalimantan merupakan wilayah elektoral yang sangat penting dan strategis,” kata Peneliti dan Direktur Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna, pada keterangan pers, Jumat (10/9).

Mengacu pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, wilayah Pamasuka merupakan kunci yang mengantarkan Jokowi sebagai presiden dua periode, baik ketika berpasangan dengan Jusuf Kalla maupun ketika menggandeng Ma’ruf Amin sebagai wapres.

Menurut Agung,  jika dihitung berdasarkan cluster, menurut survei ini, kemenangan Jokowi (saat berpasangan dengan Jusuf Kalla atau Ma’ruf Amin) di mulai dari Jawa Tengah ke arah timur. Sebaliknya Probowo dan pasangannya selalu menang di Jawa Barat ke arah barat.

Karena penting dan strategisnya wilayah ini, maka Index Indonesia mencoba menyorot suara dari timur terkait kecenderungan pemilih wilayah ini pada kontestasi Pilres di 2024 mendatang.

“Dengan jumlah pemilih sekitar 30 juta, wilayah Pamasuka menjadi demikian penting dalam perebutan suara. Siapa yang mampu merebut suara di wilayah ini dinilai akan mulus memenangkan pertarungan Pilpres,” jelas Agung.

“Dengan demikian, figur yang mampu berkontribusi positif dalam mendulang suara dari wilayah ini memiliki arti signifikan,” tambahnya.

Lembaga survei Index Indonesia juga mengatakan bahwa tokoh-tokoh yang berasal dari Indonesia Timur yang terjaring dalam hasil survei ini adalah Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo dan Anis Matta.

Dari hasil survei, Andi Amran Sulaiman merupakan figur yang paling berkontribusi dalam meraup suara dari wilayah Pamasuka, baik itu ketika dipasangkan dengan Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.

Menurut Agung, untuk  Anies, ketika dipasangkan dengan Andi Amran, elektabilitasnya naik menjadi 35, 1% dari 30% sebelum berpasangan.

“Bahkan ketika berpasangan dengan Anies, posisi elektabilitas pasangan ini menduduki puncak keterpilihan paling besar. Begitu pula dengan elektabilitas Ganjar yang naik menjadi 24,3%  dari sebelumnya 23,8%,” jelasnya.

Survei Index Indonesia dilakukan dari tanggal 22 Agustus hingga 31 Agustus 2021 dengan responden 1,000 orang, margin error, 3,3 persen, tingkat kepercayaan 95% dengan multistage random sampling.

Sebagai pembanding, penentu kemenangan Joe Biden dalam pilpres Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, adalah kontribusi suara yang diraup oleh Kemala Harris yang mampu memperoleh simpati dari kalangan pemilih imigran Amerika.  (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT