05 September 2021, 18:49 WIB

Presiden Minta Para Pembantunya Segera Tangani Kebocoran Data


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan para menteri dan kepala lembaga yang terkait dengan pengelolaan data untuk melakukan upaya serius. Dalam hal ini, mengamankan kerahasiaan data pribadi seluruh warga Indonesia.

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman. Kepala Negara dikatakannya berharap para pembantunya bisa bergerak cepat untuk merespons instruksi tersebut.

Baca juga: Kemenkominfo: Pemerintah dan DPR Sepakat Lanjutkan RUU PDP

"Bila kementerian/lembaga sudah bergerak, kita simpulkan mereka sudah menjalankan arahan Presiden sesuai tupoksi," ujar Fadjroel kepada Media Indonesia, Minggu (5/9).

Pihak Istana, lanjut dia, sangat menyayangkan insiden kebocoran data pribadi Presiden dan jutaan masyarakat di Tanah Air.

"Harus dilakukan segera langkah khusus. Tidak hanya untuk melindungi data pribadi Presiden, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia," pungkas Fadjroel.

Baca juga: Diingatkan Ancaman Pidana terkait Viralnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan tersebarnya data pribadi Jokowi, sapaan akrabnya. Data tersebut berupa nomor induk kependudukan (NIK), riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat organisasi, serta riwayat penghargaan.

Adapun informasi tersebut berasal dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada bagian form calon Presiden RI untuk Pemilu 2019.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT