23 August 2021, 20:50 WIB

Korupsi Komputer Madrasah, Eks Pejabat Kemenag Divonis 1,5 Tahun Penjara


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

MAJELIS hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadiln Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara terhadap mantan Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Undang Sumantri.

Undang merupakan terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laboratorium komputer untuk Madrasah Aliyah (MA). Serta, pengadaan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan MA di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag TA 2011.

Baca juga: KPK Minta Kemenag Perbaiki Kerawanan Korupsi

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Undang Sumantri pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp50 juta. Apabila denda tidak dibayar, diganti pidana selama 1 bulan," ujar hakim ketua Panji Surono, Senin (23/8).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah 6 bulan dari tuntutan JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Selasa (4/8) lalu, jaksa KPK menuntut agar Undang divonis penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Diketahui, Undang terlibat dalam rasuah yang dilakukan bersama-sama dan mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp23,63 miliar. Pihak lain yang terlibat dalam perkara ini, yaitu pejabat penandatanganan surat perintah membayar (PPSPM) Abdul Kadir Alaydrus Ahmad Maulana dan Deputy General Manager Business Service Regional I PT Telekomunikasi Indoneisa Tbk Noufal.

Baca juga: Divonis 12 Tahun Penjara, Juliari belum Putuskan Banding

Pada perkara tersebut, Undang didakwa terlibat memenangkan PT PT Batu Karya Mas dalam tender proyek pengadaan peralatan laboratorium komputer pada MTs dengan nilai kontrak Rp31,20 miliar. Lalu, tender proyek sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk jenjang MTs dan MA, yang dimenangkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan kontrak Rp57,75 miliar. 

Namun, perusahaan itu mengalihkan pekerjaan kepada PT Pramindo Ikat Nusantara (PINs) sebagai penyedia barang. Diketahui, total nilai kontrak yang dialihkan sebesar Rp52,65 miliar.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT