18 August 2021, 08:53 WIB

Peringatan HUT Ke-76 RI Digelar Terbatas


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

UPACARA peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Seperti tahun lalu, upacara pada tahun ini dilakukan secara terbatas dan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI itu dihadiri oleh undangan terbatas. Hal itu dilakukan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat karena pandemi covid-19 yang masih melanda Tanah Air.

Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara pada Selasa (17/8) pagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden me­ngenakan pakaian adat pada upacara HUT ke-76 RI.

Kali ini, Jokowi mengenakan pakaian adat Lampung berupa setelan berwarna putih dipadukan sarung dan kain songket berwarna merah emas. Bersama Presiden, hadir pula Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Pakaian adat Lampung itu dikenal sebagai baju Tulang Bawang. Pakaian ini dilengkapi dengan baju mirip jas berkerah tinggi serta kain selempang di bagian bahu.

Upacara juga dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta istri Wury Ma’ruf Amin.

Sementara, bertindak sebagai komandan upacara ­ialah Kolonel Pnb Putu Sucah­yadi. Adapun peringatan detik-­detik proklamasi kemerdekaan RI dilakukan tepat pukul 10.10 WIB yang ditandai dengan tembakan meriam sebanyak 17 kali.

Setelah itu dilanjutkan pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Saat dibacakan, naskah proklamasi yang merupakan tulisan tangan Presiden pertama Soekarno pun turut ditampilkan.

Naskah itu merupakan naskah asli yang ditulis Soe­karno setelah dirumuskan dan sebelum dibuat salinannya dalam bentuk ketikan oleh Sayuti Melik.

Seusai pembacaan proklamasi, pembacaan doa dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.Setelahnya, dilakukan prosesi pengibaran bendera merah putih oleh tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Dalam rangkaian pe­ringatan kemerdekaan RI, digelar pula Sidang Istimewa Tahunan MPR RI. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kemerdekaan RI yang diraih 76 tahun silam bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah hasil jerih payah para pahlawan bangsa.

“Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat. Alhamdulillah kita berhasil melampauinya. Kemerdekaan RI bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan,” ujar Jokowi ketika menyampaikan pidato kenegaraan.

Dalam perkembangannya, lanjut Presiden, RI juga kerap menghadapi resesi dan krisis yang menyerang bertubi-tubi. Walau demikian, ia mengatakan bahwa RI sukses melampauinya.

Rangkaian peringatan kemerdekaan RI ditutup dengan upacara penurunan sang merah putih digelar Selasa (17/8) sore di halaman Istana Merdeka. Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi yang merupakan lulusan Akademi Militer 1999 kali ini bertindak sebagai komandan upacara.

Kemudian, Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya  kembali bertindak sebagai perwira upacara. Lulusan Akademi Militer 1993 kelahiran Bangkalan, 10 November 1971 itu menjabat sebagai Kepala Staf Garnisun Tetap I Jakarta saat ini.

Sementara itu, tim Paskibraka Indonesia Tumbuh kembali bertugas dalam upacara penurunan bendera tersebut. (Gan/S2-25)

BERITA TERKAIT