05 August 2021, 07:27 WIB

PB HMI Bantah Instruksi Demo Jokowi


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

KETUA Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama membantah telah mengeluarkan instruksi untuk menggelar demonstrasi menentang pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin yang gagal menangani pandemi covid-19.

Raihan menekankan, dalam situasi krisis seperti sekarang, HMI harus berperan aktif membantu pemerintah, bukan justru memicu kerumunan.

"Kami mengintruksikan Badan Koordinasi HMI dan HMI Cabang se-Indonesia untuk melakukan sosialisasi terkait pentingnya menerapkan testing, tracing, treatment dan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, danbmengurangi mobilitas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Badko HMI dan HMI Cabang se-Indonesia harus membentuk relawan penanganan covid-19 untuk membantu masyarakat yang terdampak," ujar Raihan melalui keterangan resmi.

Dalam keterangan tersebut, ia juga meminta Badko HMI dan HMI Cabang se-Indonesia tetap menjaga soliditas di bawah kepemimpinan yang sah dan konstitusional Hasil Kongres HMI Ke-31 di Surabaya, Jawa Timur, pada 17- 25 Maret 2021.

Baca juga:  Menkopolhukam: Pemerintah tindak tegas Demonstrasi tidak Sesuai Prokes

"Yakni Kepemimpinan Raihan Ariatama dan M. Ichya Halimudin, masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB HMI Periode 2021-2023," sambungnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar HMI pimpinan Abdul Muis Amiruddin menginstruksikan kepada Ketua Umum Badko HMI se-Indonesia untuk menggelar aksi unjuk rasa menjelang dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Seruan itu dituangkan dalam surat instruksi nomor 144/A/Sek/12/1443 tertanggal 2 Agustus 2021. Menurut mereka, Jokowi-Ma'ruf Amin yang dihadapkan pada krisis covid-19 gagal memenuhi hak masyarakat.(OL-5)

BERITA TERKAIT