03 August 2021, 12:56 WIB

Istana: Pengecatan Pesawat Bagian dari Perawatan Rutin


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

ISTANA Kepresidenan membuka suara terkait isu pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2 yang dinilai hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa pengecatan ulang merupakan bagian dari proses perawatan C check sesuai rekomendasi pabrik.

"Perawatan rutin memiliki interval waktu yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi, sehingga jadwal perawatan ini harus dilaksanakan tepat waktu," tutur Heru kepada wartawan, Selasa (3/8).

Sedianya pengubahan warna BBJ 2 sudah dijadwalkan sejak akhir 2019 dalam rangka menyambut perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia di 2020.

Namun saat itu, pesawat kepresidenan belum memasuki jadwal perawatan rutin sehingga yang dilaksanakan pengecatan terlebih dahulu adalah Heli Super Puma dan pesawat RJ.

Heru menambahkan anggaran untuk perawatan dan pengecatan BBJ 2 juga sudah dialokasikan di dalam APBN.

"Dapat pula kami tambahkan, bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri. Secara tidak langsung, ini mendukung industri penerbangan dalam negeri yang terdampak pandemi," ucapnya.

Ia juga membantah pernyataan yang menyebut Kementerian Sekretariat Negara berfoya-foya.

"Seperti kementerian/lembaga negara lainnya, Kemensetneg telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan," tandas Heru.

Sebelumnya, pengamat penerbangan yang juga mantan anggota Ombudsman menyebut pengecatan ulang pesawan kepresidenan di tengah pandemi Covid-19 adalah sebuah bentuk foya-foya. Ia memperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk mewarnai pesawat tersebut mencapai Rp2,1 miliar. (Pra/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT