01 August 2021, 20:06 WIB

Perubahan APBD Lambat, Serapan Anggaran Covid Daerah Rendah


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

PENYERAPAN belanja pandemi covid di daerah masih rendah karena perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terlambat setelah dilakukan refocusing anggaran.

"Penyerapan belanja covid di daerah rendah karena perubahan APBD setelah diharuskan melakukan refocusing," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Astera Primanto Bhakti kepada Media Indonesia, Minggu (1/8).

Hal itu menyebabkan serapan terhadap anggaran covid di daerah masih rendah. "Agak terlambat yang menyebabkan proses ikutannya menjadi terhambat," ucapnya.

Baca juga : NasDem Bagikan Seribu Makanan Siap Saji Setiap Hari

Selai itu, lanjut Astera, koordinasi antar unit teknis dan unit yang melakukan pembayaran di daerah.

"Koordinasi di daerah masih belum baik dan adanya ketakutan akan kemungkinan temuan audit jika dilakukan percepatan," ujarnya.

Astera mengatakan pemerintah daerah harus memiliki langkah koordinasi yang lebih baik. Kementerian terkait akan melakukan monitoring.

"Solusinya dari pemda harus ada langkah koordinasi yang lebih baik antar stakeholder di daerah dan dari pusat. Kami bersama Kemendagri akan terus melakukan monitoring dan pendampingan serta mendorong simplifikasi jika ada ketentuan yang masih menghambat," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT