22 July 2021, 21:36 WIB

Hari Bhakti Adhyaksa, Jaksa Agung: Nilai Pendampingan Hukum PEN Kejaksaan Capai Rp21 Triliun


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

JAKSA Agung Sanitar Burhanuddin memberikan amanat dalam upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 secara virtual, Kamis (22/7).

Mengusung tema 'Berkarya untuk Bangsa.' Burhanuddin menyebut tema itu diambil sebagai dukungan Korps Adhyaksa dalam mendukung dan memastikan kebijakan pemerinah sebagai upaya percepatan penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Burhanuddin, pandemi covid-19 telah memukul sektor perekonomian negara. Oleh sebab itu, dengan kewenangan yang dimiliki Kejaksaaan, ia mendorong jajarannya untuk membuat berbagai macam karya, terobosan, dan inovasi yang mendukung penguatan ekonomi nasional.

"Serta harus memiliki inisiatif untuk mendampingi dan mengamankan setiap program pemerintah dalam proses pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Nasional, serta memperbanyak dan mengoptimalkan upaya pemulihan, pengembalian, dan penyelamatan keuangan negara," kata Burhanuddin di Jakarta, Kamis (22/7).

Dalam pemaparannya, Burhanuddin memaparkan capaian positif Kejaksaan pada semester pertama periode bulan Januari sampai Juni 2021. Salah satunya datang dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. "Nilai pendampingan hukum dalam program PEN oleh Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara mencapai Rp21,9 triliun," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan tujuh perintah harian kepada jajarannya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. Salah satunya adalah dengan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanggulangan covid-19 dan PEN sesuai ketentuan. Adapun perintah lainnya adalah menggunakan hati nurani dalam setiap pelaksanaan tugas dan kewenangan.

Selain itu, ia juga meminta jajarannya untuk menciptakan karya-karya inovatif dan terintegrasi yang dapat meningkatkan pelayanan publik, mewujudkan Kejaksaan Digital dalam penyelenggaraan manajeman tekonolgi inforamsi dan sistem suatu data Kejaksaan, memperkuat asas dominus litis dalam setiap pembentukan peraturan perundang-undangan, segera menyinergikan peran penuntutan dan penangan perkara koneksitas pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, serta menjaga marwah institusi dengan bekerja secara cerdas, integritas, profesional, dan berhati nurani. (OL-8)

BERITA TERKAIT