22 July 2021, 15:19 WIB

Moeldoko Intruksikan Satpol PP Bekerja dengan Hati jangan Kekerasan


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bekerja dengan empati dan hati agar mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan menyusul banyaknya tindakan kekerasan yang dilakukan perangkat daerah itu dalam upaya menertibkan masyarakat pada masa PPKM.

"Tugas Satpol PP adalah mengendalikan dengan baik. Para pimpinan harus bisa mengendalikan prajurit di lapangan. Tertibkan masyarakat dengan empati dan hati, jangan ada kekerasan yang tidak perlu,” tegas Moeldoko kepada seluruh Kepala Satpol PP tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota dalam rapat virtual, Kamis (22/7).

Saat ini, sambung dia, Satpol PP merupakan salah satu pemeran utama dalam upaya penegakkan protokol kesehatan. Negara pun berharap banyak dari jajaran petugas pamong praja. "Jadi semua harus bekerja dengan baik," tuturnya.

Lebih lanjut, Moeldoko bercerita tentang pengalamannya saat masih menjabat pemimpin tertinggi TNI. Ia mengaku selalu memimpin dengan empati dan hati. Melalui pendekatan seperti itu, masyarakat pun akan memberikan respons yang baik hingga akhirnya kebijakan bisa berjalan efektif.

"Coba kalian muncul dengan senyum dan perilaku baik. Tanpa dipaksa, masyarakat akan mengikuti karena mereka menghormati kalian,” tandas Moeldoko.

Baca juga: Airlangga: Evaluasi akan Jadi Acuan Pembukaan Bertahap PPKM

Dalam kesempatan tersebut Plh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro mengatakan tindakan semena-mena yang dilakukan beberapa anggota Satpol PP di sejumlah daerah terjadi lantaran rendahnya pelatihan.

"Daerah memiliki anggaran yang memadai untuk bisa memberikan pelatihan dengan baik, dalam kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM)," ucap Suhajar.

Hal itu diperparah dengan semakin beratnya tugas Satpol PP di masa PPKM. Kelelahan, sambung dia, membuat beberapa anggota kalap dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk mencegah tindakan serupa kembali terjadi, Mendagri telah menerbitkan aturan soal penertiban PPKM oleh Satpol PP.

Saat ini, sambung Suhajar, segala tindakan penertiban harus sesuai aturan. Penegakan hukum harus tegas, namun simpatik dan santun, serta dilarang menggunakan kekerasan.

"Kami akan selalu memantau seluruh kegiatan dan hal-hal yang terjadi selama penertiban. Dalam situasi apapun, kita harus menjadi seorang petugas yang mendidik dan mengayomi,” jelasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT