21 July 2021, 10:12 WIB

Banyak Krematorium Nakal, Bareskrim Bakal Tindak Tegas


 Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

BARESKRIM Polri menyatakan tengah menyelidiki dugaan adanya tarif kremasi jenazah pasien Covid-19 yang melonjak tinggi.

Tarif jasa itu diduga meningkat karena adanya praktik kartel kremasi. Tarif kremasi yang meningkat itu menjadi sorotan kepolisian.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki dugaan adanya kartel kremasi tersebut.

"Sedang dilidik ya (soal kartel kremasi)," papar Agus, Rabu (21/7).

Agus pun mengimbau jika ada korban yang merasa dirugikan oleh aksi kartel kremasi untuk segera melapor ke aparat kepolisian.

"Silakan (lapor), mari bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban masyarakat oleh kelakuan para pengkhianat mencari keuntungan ditengah pendemi yang terjadi," ungkap Agus.

Sebelumnya, pengacara ternama, Hotman Paris meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menurunkan personel guna menindak oknum kartel kremasi.

Hotman meminta krematorium nakal agar segera ditindak karena ada aduan warga. Pasalnya, pengusaha rumah duka mematok harga yang sangat tinggi, bisa mencapai Rp80 juta untuk pengurusan jenazah. (Ykb/OL-09)

BERITA TERKAIT