20 July 2021, 12:14 WIB

Ketua KPK Minta Masyarakat Contoh Nabi Ibrahim untuk Hapus Sikap Koruptif


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta masyarakat menyerap makna Idul Adha tahun ini. Firli yakin jika masyarakat menyerap makna kepatuhan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah SWT dengan baik, hal itu bisa menghilangkan sikap koruptif di Indonesia.

"Tidak berlebihan jika kami menilai esensi, makna, serta nilai-nilai kehidupan dari tauladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim, adalah solusi dari permasalahan besar bangsa kita, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif yang masih berurat akar di republik ini," kata Firli, Selasa (20/7).

Firli mengatakan sifat Nabi Ibrahim yang harus diserap saat Idul Adha terkait dengan pengorbanan, kepatuhan, keikhlasan, keberanian luar biasa, dan tekad kuat untuk menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Ajak Anak Indonesia Jadi Pelopor Kejujuran

Menurut Firli, sikap itu ada pada Nabi Ibrahim karena mempunyai kecintaan yang utuh kepada Allah SWT.

Korupsi bisa hilang jika masyarakat mempunyai sikap itu dan disertai dengan kecintaan kepada Allah SWT. Atas dasar itulah Firli ingin masyarakat mulai mempelajari sifat Nabi Ibrahim untuk menciptakan negeri yang terbebas dari tindakan korupsi.

"Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail (anak Nabi Ibrahim), kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim), keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim, dalam perang badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini," ujar Firli.

Firli juga menilai momen Idul Adha bisa menjadi momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif. Menurutnya, tindakan koruptif bisa dihilangkan jika masyarakat berani 'menyembelih' sifat itu.

"Untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia," tutur Firli.

Sifat tamak juga perlu disembelih. Firli mengatakan ketamakan adalah teman dari sifat koruptif. Dua sifat itu wajib disembelih saat momen hari raya Idul Adha.

"Tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan kita mengontrol dan mengendalikan hasrat serta hawa nafsu sehingga menjadi rakus layaknya seekor tikus, tidak pernah puas, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki," ucap Firli.

Lebih lanjut, Firli mengucapkan selamat untuk seluruh umat muslim di Indonesia yang sedang berbahagia merayakan Idul Adha. Firli meminta masyarakat patuhi anjuran pemerintah saat Idul Adha dengan tidak berkumpul karena pandemi sedang ganas.

"Mari kita rayakan Idul Adha, hari raya kurban, dengan sederhana, beribadah bersama keluarga di rumah saja, dan tetap meriahkan lebaran dengan bersilaturahmi ke sanak famili, keluarga, teman, sahabat melalui tatap muka langsung via online," pungkas Firli. (OL-1)

BERITA TERKAIT