29 June 2021, 16:05 WIB

Dijuluki 'King of Lip Service', Jokowi Ingatkan Kritik Mesti Santun


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo akhirnya buka suara terkait aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengunggah gambar dirinya dengan tulisan The King of Lip Service.

Ia mengaku sudah tidak kaget dengan olok-olok yang dilontarkan pihak-pihak tertentu kepadanya.

"Itu kan sudah sejak lama. Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang saya itu plonga-plongo. Kemudian ganti lagi, ada yang bilang saya ini otoriter. Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru baru ini ada yang ngomong saya ini The King Of Lip service," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6).

Menurut Jokowi, semua itu adalah hal biasa dalam kehidupan berdemokrasi. "Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa. Ini negara demokrasi jadi kritik itu boleh-boleh saja. Mungkin mereka sedang belajar menyampaikan pendapat," tutur mantannwali kota Solo itu.

Baca juga: Soal Aksi Greenpeace, KPK: Yang Tepat Berani Jujur Hebat

Kendati demikian, ia mengingatkan kepada masyarakat termasuk mahasiswa bahwa, dalam menyampaikan pendapat, tentu ada ketentuan yang harus diikuti. "Kita memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan," sambungnya.

Kepala negara pun meminta pihak institusi pendidikan tinggi terkait tidak mengambil tindakan berlebihan dengan menghalangi para mahasiswa berekspresi.

Ia berharap seluruh pihak saat ini tidak membuang-buang energi untuk membahas hal-hal yang tidak mendesak.

"Yang saat ini penting kita semua bersama-sama fokus untuk menangani pandemi Covid-19," tandasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT