25 June 2021, 14:28 WIB

Ini Kronologi Penembakan KKB Terhadap Tukang Bangunan di Papua


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

POLDA Papua menjelaskan awal mula penyerangan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kampung Bingky, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/6).

Atas peristiwa itu, tiga orang meninggal dunia sementara dua lainnya luka-luka. KKB juga diduga menyandera empat orang lainnya.

Berdasarkan keterangan polisi, ketiga korban ialah tukang bangunan yang bekerja untuk PT Sinama dan tengah membangun Jembatan Kali Kuk, Kampung Samboga, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal membeberkan bahwa korban bernama Saiful bersama karyawan lain tengah pergi menggunakan truk untuk mengambil material proyek, sekitar pukul 11.05 WIT.

"Mengambil Batu ciping (batu olahan) dari Camp Kali Kuk kampung Samboga dengan tujuan PT. Berantas Kampung Sukamo dengan melewati jembatan Kali I kampung Samboga Distrik Seradala," papar Kamal, Jumat (25/6).

Terdapat tiga truk yang mengangkut material batu ciping itu. Posisi truk yang dikendarai Saiful berada paling belakang ketika melintasi jembatan Kali I.

Usai truk melintas, tak dinyana datang sekumpulan orang tak dikenal yang diduga KKB dari arah Camp Kali Kuk yang merupakan tempat kerja mereka.

Kamal menyebut ada sekitar 30 orang membawa senjata tajam, anak panah hingga senjata api laras panjang, untuk menghadang laju truk.

Saat peristiwa, terdengar dari pimpinan kelompok itu mengatakan 'laksanakan operasi dan periksa mereka'. Mendengar hal itu, korban memilih untuk memutarkan kendaraannya.

Namun, sebelum sempat kabur, kendaraan yang digunakan korban ditembaki sehingga mengakibatkan kaca depan truk pecah.

"Korban kembali arah tempat bekerja bertempat di Camp PT. Seremony kali Kuk Kampung Bingki untuk berkumpul sesama karyawan dan masyarakat Kampung Bingki," tuturnya.

Seusai mendapat laporan, kepolisian berkoordinasi dengan aparat TNI setempat untuk mengambil langkah penanganan kasus penembakan tersebut.

Ahmad menuturkan tiga orang meninggal dunia, yaitu atas nama Suardi, Sudarto dan Idin. Ketiganya pun tengah diidentifikasi lebih lanjut.

Kemudian, dua korban lainnya mengalami luka-luka lantaran terkena serpihan kaca mobil dan tertembak di bagian paha.

"Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sudah kami datangi TKP dan evakuasi korban, serta meminta keterangan saksi-saksi," paparnya.

Kini, lanjut Ahmad, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap KKB. Dirinya pun menduga kuat bahwa pelaku ialah KKB pimpinan Tendius Gwijangge alias Tendinus Murib. (OL-8)

BERITA TERKAIT