23 June 2021, 07:25 WIB

Rudal Mistral Lumpuhkan Pesawat Tanpa Awak Musuh


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

BATALYON Arhanud 10/Gagak Hitam memiliki tugas pokok untuk melindungi steling armed dan posko batalyon dari ancaman dan serangan udara musuh. Salah satunya menggunakan rudal mistral atlas Yonarhanud 10/Gagak Hitam yang dapat mentracking dan menembak jatuh dua pesawat tempur musuh (Banshee).

"Aksi itu dilakukan dalam latihan YTP 203/AK Tahun 2021 yang melibatkan 1.154 personel dari berbagai jajaran Kodam Jaya/Jayakarta dan dari berbagai kecabangan dengan melibatkan berbagai macam kecabangan. Batalyon Infanteri sebagai satuan Inti diperkuat oleh Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) dan Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin), dengan organisasi yang disusun secara komposit agar memiliki daya tempur yang tinggi.

"Perlu diketahui, Yonif 203/AK melaksanakan rangkaian latihan dimulai dari Latihan Posko 1 sampai dengan pelaksanaan operasi serangan sebagai puncak latihan yang dilaksanakan di daerah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Sumatra Selatan," kata Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Danpussenarhanud) Mayjen TNI Nisan Setiadi dalam keterangannya, Rabu (23/6).

Menurut dia, latihan ini menurunkan sejumlah alutsista seperti Anoa Komando dan Anoa APC (Yonmek 203/AK), Tank Scorpion/Kanon, Tank Stormer/APC & Tank Stormer/Komando (Yonkav 9/SDK), Meriam 155 MM dan Command Post (Yonarmed 7/BG), Rudal Mistral Atlas dan Radar MCV (Yonarhanud 10/Gagak Hitam) serta Jihandak (Denzipur 3/ATD).

"Pelaksanaan latihan YTP 203/AK dalam operasi serangan ini diawali dengan skenario pasukan yang bermanuver bergerak menuju ke sasaran dan diikuti oleh pesawat intai musuh yang terbang rendah siap menyerang serta menghancurkan pasukan yang bermanuver," ungkapnya.

Baca juga:  TNI AU Batam Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster ke Singapura

Dalam hitungan detik, lanjut dia, rudal mistral atlas yang melesat dengan kecepatan 2,8 marc dapat menghancurkan banshee dengan akurat. Pesawat tanpa awak musuh dihancurkan dari jarak 6.000 meter, sementara ketinggian luncur maksimum rudal ini mencapai 3.000 meter.

"Rudal mistral atlas dapat disiapkan dalam waktu tempur sekitar 5 menit dan waktu reload kurang dari 20 detik. Dengan kecepatan 2,5 marc, ketepatan ketepatan ke target di atas 95%," jelasnya.

Dengan kemampuan tersebut, tak ayal lagi kemampuan pertahanan udara Batalyon Arhanud 10 selalu siap mengawal/mengamankan wilayah udara Kodam Jaya/Jayakarta dari setiap ancaman udara.

“Kita bukan prajurit yang murahan, kita adalah prajurit yang modern dan profesional karena kita memiliki 3F yaitu first of defense, first to fire and first class gunner," tutupnya.

Aksi itu berlangsung pada latihan puncak yang dilaksanakan oleh Tim YTP 203/AK yang dihadiri oleh Komandan Kodiklat TNI-AD Letjen TNI A.M. Putranto, Danpussenif Letjen TNI Arief Rahman, Ir Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Gabriel Lema, Danpussenarhanud Mayjen TNI Nisan Setiadi, Danpussenarmed Mayjen TNI Totok Imam Santoso, Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI M. Saleh Mustafa, Danpuslatpur Brigjen TNI Judi Paragina Furdaus, Dirsen Pussenkav Brigjen TNI Tatang Budiman, Dirjian Kodiklatad Brigjen TNI Syaiful Rahman dan Dirdok Kodiklatad Brigjen TNI Agus.(OL-5)

BERITA TERKAIT