10 June 2021, 08:05 WIB

Duet Prabowo-Puan Dinilai masih Mungkin Diwujudkan


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

PEMILIHAN presiden dan wakil presiden 2024 masih sekitar tiga setengah tahun lagi. Dengan kata lain, segala sesuatunya masih amat mungkin terjadi, termasuk kemungkinan koalisi Partai Gerindra berkoalisi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara. "Duet Prabowo-Puan msih mungkin diwujudkan dan cocok dari berbagai segi di antaranya jenis kelamin (pria-wanita), serta latar belakang militer-sipil," kata Igor, Kamis (10/6).

Baca juga: NasDem Ingin Lebih dari Dua Pasangan Calon di Pilpres 2024

"Salah satu kendala dari pasangan ini adalah pandangan bahwa PDIP sebagai parpol pemenang pemilu dengan 128 kursi di parlemen apa mau memposisikan kandidatnya di posisi RI-2? Jawabannya tentu bisa mengingat elektabilitas Prabowo yang jauh lebih tinggi, begitu juga dengan pengalamannya," ujarnya.

Dia melanjutkan, bisa saja nanti dilakukan redefinisi ulang Perjanjian Batu Tulis. Dia menjelaskan jika Batu Tulis 2009 (jilid I) ada klausul bahwa Prabowo sebagai Cawapres Megawati akan didukung oleh PDIP maju sebagai capres 2014. Namun, hal itu akhirnya batal karena akhirnya PDIP mencalonkan Joko Widodo (Jokowi).

"Maka kebalikannya, Batu Tulis 2024 (jilid II) juga bisa dibuat klausul bahwa jika Puan Maharani menjadi cawapres Prabowo di 2024, maka Gerindra gantian mendukung pencalonan Puan Maharani sebagai capres pada 2029 mendatang," tuturnya.

Hal senada dikatakan Sekjen Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Arip Nurahman. Ia menyebut dengan sisa waktu yang ada, mereka bisa menaikan elektabiltas masing-masing. Caranya adalah dengan bekerja keras dan membuat rakyat bersimpati.

“Masih ada waktu bagi mereka untuk menyiapkan diri. Dengan jabatan mereka, kaduanya berpeluang untuk mengerek elektaliitas," ujarnya. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT