30 May 2021, 23:50 WIB

Megawati: Saya Tahu Rasanya Melarat


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta semua kadernya terus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Pasalnya ia merasakan sendiri rasanya terhimpit ekonomi.

Hal itu diceritakannya saat meresmikan 25 kantor baru partainya di beberapa daerah, yang dilaksanakan secara virtual dan dihadiri hampir 1000 orang pengurus teras partai dari seluruh Indonesia.

"Padahal sudah anak presiden, saya pernah mengungsi juga loh. Kalau inget aku di Kali Code (Yogyakarta) situ, sama ibu saya (Fatmawati). Karena bapak saya dibuang ke Bangka," kata Megawati di acara tersebut, Minggu (30/5).

Putri sulung Proklamator RI Soekarno itu mengisahkan saat mengikuti ibunya tinggal di tempat kumuh karena ibundanya menolak ditempatkan di Istana Yogyakarta. Nasibnya ini dialami kala Indonesia masih dalam bayang-bayang Belanda.

"Disuruh Belanda ibu saya itu tinggal di Istana Yogya, ibu saya mana mau. Marah ibu. Jadilah mengungsi dicarikan tempat di Kali Code," ungkap Megawati.

Megawati juga mengingat masa transisi kemerdekaan Indonesia memaksanya untuk menjalani hidup dalam kesederhanaan. Meskipun sudah berstatus sebagai anak presiden, ia kerap kali menyantap makanan dengan menu seadanya.

"Urusan (makan daging) ayam, saya protes sama ibu saya. Kata ibu saya, ayam itu mahal. Eh terus lari ayam tetangga. Saya bilang itu ada ayam, mana saya tahu itu ayam tetangga," kenang Megawati sambil tersenyum.

Megawati menceritakan hal itu agar semua kadernya bisa memahami nikmatnya negara merdeka yang patut disyukuri. "Jadi kita harus selalu ingat sejarah kita agar semangat kita selalu muncul. Kita ini berjuang untuk anak cucu kita," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT