30 May 2021, 22:46 WIB

Hari Pancasila Momentum Aktualisasi Kembali Nilai Pancasila


Putra Ananda | Politik dan Hukum

HILANGNYA pendidikan formal tentang nilai-nilai moral Pancasila berdampak pada pudarnya pemahamanan dan rasa memiliki masyarakat tentang nilai-nilai asli Pancasila. 

Hari Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang pun diharapkan mampu mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dasar bangsa Indonesia.

"Banyak yang lupa terhadap Pancasila sehingga seolah Pancasila termasuk temuan baru yang didendungkan baru ini. Padahal Pancasila akar dari semua sehingga diharapkan masyarakat menganggap Pancasila adalah miliknya," ungkap Direktur Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Irene Camelyn Sinaga saat dihubungi di Jakarta, Minggu (30/5).

Irene melanjutkan, BPIP hingga saat ini terus konsiten menjalankan program-program strategis sebagai cara mendekatkan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. 

Salah satunnya ialah program Desa Berdikari atau Kampung Kampung Pancasila yang sudah tersebar di beberapa wilayah baik di Jakarta maupun luar Jakarta. Kampung Pancasila diharapkan mampu mendekatkan nilai-nilai moral yang terkandung dari Pancasila kepada masyarakat.

"Kami inginnya kampung Pancasila ini tumbuh dari masyarakat. Tapi yang dari BPIP ini kami tidak mau menamkannya Kampung Pancasila terlebih dahulu. Biarlah nanti masyarakat yang melakukannya dengan sendirinya," ujarnya.

Menurut Irene, nilai-nilai Pancasila tidak hanya terbatas pada persoalan toleransi.

Setiap nilai-nilai yang ada dalam sila Pancasila perlu dijadikan sebagai dasar dalam hidup bernegara. Terutama kegiatan-kegaitan yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama bukan saja dari yang berkucupan tapi semua manusia yang bisa memberikan ke orang lain. Pancasila menyemprunakan interaksi dengan manusia satu dengan manusia lainnya," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem Nova Harivan Paloh sepakat bahwa filosofi Pancasila perlu terus menerus diingatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dirinya pun mengingatkan agar Kampung Pancasila yang sudah ada di Jakarta tidak berhenti di kegiatan-kegiatan seremonial.

"Masyarakat harus selalu diingatkan. Karena ada beberapa hal yang hilang terkait Pancasila. Semoga keberadaan Kampung Pancasila bisa mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT