30 May 2021, 22:27 WIB

Bandingkan dengan Tiongkok, Megawati: Masa Kita Kalah


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MEMASUKI Bulan Bung Karno 2021 yang akan mulai pada 1 Juni, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk memberi perhatian khusus pada masyarakat di desa. Secara khusus, kader diharap memberi perhatian pada masalah stunting.

"Kalau daerah miskin, apa kita mau diam saja? Pikir kenapa terjadi kemiskinan. Tiongkok mengeluarkan statemen kemiskinan di sana sudah 0%. Mereka sampai berani bilang begitu. Sebuah negara yang jumlah penduduknya 1,5 miliar. Kita warganya hanya 270-an juta, masa tak bisa membangun negeri ini? Semangat," pekik Megawati di sela peresmian 25 Kantor baru PDIP yang dilaksanakan secara virtual, Minggu (30/5).

Megawati mengatakan tema Bulan Bung Karno tahun ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong Untuk Rakyat, Desa Maju, Indonesia Kuat dan Berdaulat. Pelaksanaanya, kata dia, para kader partainya harus turun langsung ke masyarakat.

"Saya saja pernah begitu, kalian harus lebih, lebih, lebih keras lagi berjuang," ujar Megawati.

Ia pun menekankan kepada jajarannya supaya memperhatikan isu stunting atau gizi buruk. Megawati mengaku miris di era kemajuan teknologi, masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting.

"Masih banyak anak stunting, apa salahnya kita? Kenapa masih banyak anak anemia karena kurang gizi," jelasnya.

Lebih jauh, Megawati mengajak semua pihak membayangkan masa depan para anak-anak demikian. Karena jika gizi saja tak terpenuhi, sangat sulit mengharapkan pendidikan generasi mendatang dapat terpenuhi.

"Bayangkan bagaimana akan masa depan anaknya. Gizi saja tak memenuhi syarat, belum pendidikannya. Membangun masyarakat itu kan katanya fisiknya. Yakni sandang, pangan, dan papan. Tapi kalau membangun yang utuh itu, adalah kesehatan dan pendidikan. Itu sebenarnya tugas utama kita," urai Megawati.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Ketua Umum Megawati pihaknya akan berkonsentrasi dan konsolidasi menyeluruh. Satu bulan penuh seluruh kader partai, harus turun ke bawah menyatu dengan seluruh masyarakat di desa.

"Politik yang menyatu dengan perikehidupan rakyat inilah politik bumi yang terus diberikan instruksi oleh Ibu Ketua Umum untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya," Jakarta Pusat, Minggu (30/5/2021). Sementara Hasto Kristiyanto hadir bersama Ketua DPP yang juga Menkumham Yasonna Laoly, serta Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR. Hadir juga Wasekjen yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPR, Utut Adianto. Dan dua Ketua DPP yaitu Djarot Saiful Hidayat dan Sukur Nababan.

Seluruh unsur DPP PDIP hadir secara virtual. Yakni Bendahara Umum Olly Dondokambey serta Wakilnya Rudianto Tjen. Juga para Ketua DPP PDIP seperti Prananda Prabowo, Puan Maharani, Eriko Sotarduga, Ribka Tjiptaning, I Made Urip, Bambang Wuryanto, Hamka Haq, Tri Rismaharini, Sri Rahayu, dan Wiryanti Sukamdani. Begitupun dua wasekjen lainnya, Sadarestuwati dan Arif Wibowo. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT