20 May 2021, 07:25 WIB

Soal TWK KPK, Romo Benny Heran Kok Christ Wamea Sewot


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

STAF Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Lantas hal itu menimbulkan komentar miring dari pegiat media sosial, Christ Wamea yang menyebutnya selalu bikin gaduh.

"Mohon semua pemberitaan dicek kebenarannya jangan langsung komentar tanpa bukti yang kuat karena saya tidak pernah diwawancari oleh media yang bersangkutan. Nama saya dicatut," ungkapnya kepada Media Indonesia, kemarin.

Romo Benny pun menjelaskan bahwa dirinya tidak mempunyai masalah dengan Christ Wamea. Selama ini pun komentar atau pandangannya yang dimuat di media-media selalu terkait Pancasila dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Anggota BPIP itu pun membantah bahwa dirinya tidak memmberi keterangan atau rilis kepada media terkait polemik KPK. Sehingga, komentar dari para pegiat media sosial seperti Wamea dinilai tidak tepat dan salah sasaran. Apalagi sampai menyebutnya 'dungu' dengan mengambil referensi berita yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: BPIP : TWK KPK tak Perlu Jadi Polemik

"Saya heran salah saya apa terhadap Crist Wamea. Apa yang saya lakukan selama ini adalah soal nilai kemanusian universal saja," terangnya.

Sebelumnya, dalam berita yang dimuat di salah satu media Romo Benny memyebut bahwa pegawai KPK yang tidak lulus TWK disebabkan kurang tekun dan teliti. Tidak lulusnya 75 pegawai KPK itu pun dinilai sebagai hal yang wajar.

Tanpa konfimasi dan kroscek terlebih dahulu, Wamea pun mengkritik penrnyataan Romo Benny yang dimuat di salah satu media. Dia mengunggah berita yang yang berjudul '75 Pegawai Tak Lolos TWK KPK, BPIP: Karena Tidak Tekun dan Tidak Teliti' di akun Twitternya.

"Orang ini benar-benar dungu karena selama ini statement-statementnya tidak berkualitas dan selalu bikin gaduh di publik. Mending dia diberhentikan BPIP saja," tulis Wamea melalui akun Twitter-nya, PutraWadapi pada Selasa (18/5).

Meksi merasan dirugikan, Romo Benny belum menyampaikan langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Dirinya hanya meminta agar setiap pemberitaan perlu dikonfirmasi kebenarannya.

Di era modern dengan kemajuan teknologi yang pesat, setiap orang harus bisa menahan diri dalam menyampaikan kritikan atau pendapat sebelum diketahui kebenarannya. Mengingat banyaknya hoax atau berita palsu yang beredar di tengah masyarakat, juga berawal dari hal-hal tersebut. (OL-13)

Baca Juga: Polemik TWK, Pimpinan KPK Dilaporkan ke Ombudsman

BERITA TERKAIT