05 May 2021, 17:41 WIB

Polri Selidiki Dugaan Investasi Bodong 212 Mart


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

POLRI tengh memulai penyelidikan terkait laporan dugaan investasi bodong Komunitas Koperasi Syariah 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menyebutkan, laporan itu telah diterima oleh kepolisian setempat dan tengah dipelajari.

"Tentunya kepolisian tetap akan mendengarkan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat kalau ada laporan tentunya polisi akan merespons dengan melalui suatu penyelidikan," ucap Argo, Rabu (5/5).

Nantinya, lanjut Argo, penyidik akan menentukan ihwal ada atau tidaknya dugaan pelanggaran pidana dalam peristiwa yang dilaporkan tersebut.

Namun, Argo belum bisa membeberkan lebih lanjut terkait proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

"Apakah nanti itu ada suatu pidana atau tidak, yang terpenting bahwa polisi akan merespons dan mempelajari daripada yang ada di lapangan," pungkasnya.

Adapun persoalan 212 Mart berawal dari aksi pada Desember 2016 lalu. Kemudian, para perintisnya resmi mendirikan Koperasi Syariah sebulan setelahnya, yaitu pada Januari 2017.

Aksi 212 pada 2016 dipicu oleh ucapan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal Al Maidah. Ucapan itu akhirnya menimbulkan gelombang protes yang dikenal dengan Aksi Bela Islam pada 2016 lalu. Ahok akhirnya divonis penjara karena terbukti melakukan penodaan agama.

Sekretaris Umum Koperasi Syariah 212 kala itu, Irfan Syauqi Beik mengatakan bahwa gerai-gerai 212 Mart kini sudah tersebar di Jabodetabek, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Bahkan, pihaknya ingin membuka tambahan 100 gerai di tahun berikutnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT