04 May 2021, 17:50 WIB

TNI AL Tetap Berupaya Evakuasi KRI Nanggala-402


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TNI Angkatan Laut (AL) berupaya mengangkat seluruh bagian KRI Nanggala 402 dari dalam perairan, Bali. Sejauh ini alat yang ada hanya bisa mengangkat bagian kecil, sementara untuk badan besar kapal selam buatan Jerman ini membutuhkan alat khusus.

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Kalau yang besar belum tapi upaya ini terus kita lakukan," kata Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, di Jakarta, Selasa (4/5).

Baca Juga: Kemensos Terima Bekerja Keluarga Prajurit KRI Nanggala-402

Menurut dia, proses evakuasi tidak akan dibatasi waktu mengingat lokasi Nanggala-402 berada dalam palung dengan kedalaman 838 meter. Tidak hanya itu, Nanggala juga membawa torpedo sehingga perlu kajian lebih matang untuk menentukan metode pengangkatannya.

"Jadi kita harus benar-benar hati-hati dan harus sabar. Kita juga siapkan KRI kita, ada KRI Riegel dan ada beberapa kapal lagi untuk pengamanan," ujarnya.

Ia mengatakan TNI AL akan terus berupaya mengevakuasi seluruh bagian KRI Nanggala dengan armada yang ada berikut bantuan instansi dalam dari luar negeri. Misalnya, kata dia, kapal survei milik China yang mampu mengevakuasi kapal selam.

"Tapi tetap untuk mengangkat agak sulit karena menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan bisa penyelam bisa robot," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Unesa Siapkan Beasiswa Untuk Anak Awak Kapal KRI Nanggala 402

BERITA TERKAIT