28 April 2021, 21:51 WIB

TP-PKK Pusat Terima Bantuan Sembako untuk Gelar Pasar Murah


Abdillah M Marzuqi | Politik dan Hukum

KETUA Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian menerima bantuan dari pihak swasta di antaranya Protelindo, Gimni, dan Astra Daihatsu. Bantuan itu berupa 3.500 paket sembako, 3.500 liter minyak goreng, 571 susu, serta biskuit bagi ibu hamil.

Penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Pembina TP-PKK, di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Jakarta (28/4).

Tri Tito Karnavian dalam sambutannya mengungkapkan, bantuan ini bakal diserahkan kepada pengguna Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan pada Hari Posyandu Nasional yang diperingati setiap 29 April.

Yang dimaksud pengguna Posyandu, yakni ibu hamil, bayi di bawah lima tahun (balita), dan orang lanjut usia (lansia). Dia menyebutkan, penyaluran bantuan ini dilakukan dengan dua cara, yakni secara cuma-cuma dan melalui pasar murah.

Tri juga menyebutkan, selain untuk pelaksanaan pasar murah, bantuan ini juga akan disalurkan kepada para korban banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diserahkan, yakni berupa susu bagi ibu hamil dan makanan tambahan untuk balita. Sehingga, kata Tri, bantuan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang memudahkan akses terhadap makanan bergizi dan sehat.

"Mudah-mudahan kerja sama kami ini bisa berguna, tidak hanya hari ini, tetapi bisa berlanjut untuk jangka yang lebih panjang dan lebih luas secara nasional," ungkapnya.

Sementara itu, Mendagri mengatakan bantuan itu sangat membantu program utama PKK yakni pemberdayaan keluarga dan penanganan stunting.

TP-PKK ini memiliki jaringan yang baik dari pusat sampai ke daerah, sehingga dapat memudahkan penyaluran bantuan.

Mendagri mengaku merasa tergugah karena pemberian bantuan oleh pihak swasta dilakukan di tengah pandemi. Pasalnya, di tengah pandemi seperti sekarang ini banyak keluarga yang mengalami kesulitan.

"Ini perlu adanya kegotongroyongan yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia," tegas Tito.

Mendagri berharap pihak swasta lainnya dapat juga membantu masyarakat, baik yang tertimpa bencana maupun sedang mengalami kesulitan termasuk akibat pandemi.

"Ini harus dibantu oleh yang mampu semampu mungkin," katanya.

Mendagri juga meminta masyarakat tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu dikatakannya sehubungan dengan kasus covid-19 di India yang kian melonjak akibat masyarakat India lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Mendagri ingin masyarakat Indonesia menyadari covid-19 masih mengancam setiap saat.

“Jangan lengah, kita jangan mengulang, belajar dari problem yang ada di India,” tegas Tito.

Mendagri juga meminta semua pihak bersatu dalam mengampanyekan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan tetaplah yang utama, di tengah kehadiran program vaksinasi yang kini dijalankan.

“Oleh karena itu, kita jangan lengah dan jangan lelah untuk mengampanyekan terus memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas yang tidak perlu,” pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT