26 April 2021, 19:05 WIB

Mendagri: Otonomi Daerah Bisa Lahirkan Pemimpin Inovatif


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian berharap otonomi daerah terus diberlakukan sebagai bagian dari proses demokratisasi di Indonesia. Walaupun praktik otonomi daerah masih banyak mengalami kendala, sistem ini dinilai bisa memberikan ruang bagi kepala daerah untuk berinovasi dalam membangun daerahnya. 

“Kita harapkan pemerintah daerah untuk melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan daerahnya tanpa harus membebani rakyatnya,” katanya saat Hari Otonomi Daerah 2021 secara daring, Senin.

Tito menyebutkan, salah satu keunggulan praktik otonomi daerah ini yaitu terbukti memberikan kesempatan bagi calon pemimpin untuk dipilih langsung sesuai dengan keinginan masyarakat. Sesuatu yang tidak terjadi ketika Indonesia masih dipimpin oleh rezim yang sentralistik. 

“Pemimpin lokal ini bisa mempunyai kesempatan untuk dipilih ke level nasional. Kita bisa menyaksikan apa yang dilakukan Presiden Jokowi saat ini,” jelasnya.

Namun demikian, Tito menyebutkan sejumlah ekses negatif yang terjadi akibat praktik demokrasi langsung yang terjadi selama masa otonomi daerah. 

Baca juga : Perludem: Lima Prasyarat Perubahan Model Keserentakan Pemilu

Selain berpotensi melahirkan pemimpin berkualitas, praktik Pilkada langsung juga menyebabkan biaya tinggi yang berpeluang melahirkan koruptor. 

“Belum lagi Pilkada bisa melahirkan konflik yang menyebabkan pembelahan,” ungkapnya.

Tito berharap kepala daerah yang saat ini memerintah mempunyai kemampuan berwirausaha di samping jiwa pemimpin. 

“Jadi bukan hanya menjadi pemimpin tapi juga mampu berwirausaha untuk mencari uang tanpoa merugikan rakyat. Ini bisa mengurangi efek negatif dari Pilkada,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT