21 April 2021, 05:30 WIB

Surat Asli Lahan Pertamina Ada di Keluarga Markam


(Ars/X-10) | Politik dan Hukum

"KALAU dibilang surat-surat yang menang gugatan itu palsu, lalu mana yang aslinya," tanya Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, pekan lalu, saat ditanya perkembangan penyelidikan dugaan mafia tanah di lahan Jalan Pemuda, Jakarta Timur, yang membuat PT Pertamina (persero) kehilangan Rp244,6 miliar.

Pada kesempatan itu, Fadil mengajak supaya dibentuk tim khusus antara Polda Metro Jaya dan PT Pertamina untuk menuntaskan aset-aset bermasalah di wilayah kerja Polda Metro Jaya.

"Saya tahu aset Pertamina banyak yang bermasalah. Harusnya dibuat tim supaya tidak parsial. Kemarin sudah muncul masalah di Pancoran. Soal tanah juga. Kita kan sama-sama perwakilan dari negara juga. Kalau ada tim, bisa ajak BPN, jaksa, dan Pemprov DKI. Masa negara kalah sama mafia," ujarnya.

Jumat (16/4) dan Senin (19/4), kuasa dari keluarga ahli waris Teuku Markam, Endit Kuncahyono, diperiksa sebagai saksi atas laporan PT Pertamina dalam kasus dugaan surat palsu dan memberikan keterangan ke dalam akta autentik.

Pada pemeriksaan itu, Endit melampirkan barang bukti girik C361 yang diklaim sebagai surat tanah yang asli lahan PT Pertamina di Jl Pemuda.

Girik C361 ialah girik induk dari sembilan girik yang dibeli Tjut Aminah Markam, istri Teuku Markam, pada 1964. Sembilan girik itu ialah girik nomor C221, C360, C71, C363, C21, C110, C130, C178, dan C369.

"Lahan yang diduduki PT Pertamina seluas 16.000 m2 berada di persil 9 jenis sawah (S) III dalam plotting girik C71, C21, C178, dan C221," kata Endit melalui pesan Whatsapps, kemarin.

Adapun untuk lahan SPBG seluas 3.150 m2 yang telah dilaksanakan sita eksekusi pada 2015 berdasarkan keputusan PK No 74 PK/PDT/2003 pada 12 April 2005 melalui gugatan perkara nomor 133/1987 berdasarkan Girik C221 atas nama Amsir bin Naih. Girik itu masuk ke girik C361.

Luas total girik C361 sebanyak 49.150m2. Selain lahan PT Pertamina, girik itu juga mencakup lahan Kantor Pos, Gedung Berdikari, bahkan Jl Pemuda itu sendiri.

Keabsahan girik C361 dikuatkan oleh surat keterangan Lurah Jati, Kecamatan Pulogadung, Jaktim, No 22/1.711 pada 23 Januari 2017 atas permintaan penyidik Harda V Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Hingga saat ini, Girik Induk C361 Persil 9 yang berasal dari mutasi sembilan girik asal masih tercatat atas nama wajib pajak hasil bumi (PHB) atas nama Tjut Aminah Markam," tulis surat itu.

Selain itu, Girik Induk C361 juga tercatat di Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI).

Endit mengaku memberi keterangan dan menyerahkan dokumen berupa salinan kopi akta djual beli 9 girik asal Girik Induk C361 yang pembebasan lahannya dilakukan oleh karyawan PT Karkam bernama A Supandi pada kurun waktu 1964-1965.

Pengacara PT Pertamina Harry Ardian menyampaikan Pertamina telah menguasai lahan di Jalan Pemuda tersebut sejak 1973 dengan iktikad baik melalui pengoperan hak dari Yayasan Jayakarta. "Di atas tanah tersebut, Pertamina telah mendirikan beberapa bangunan yang merupakan aset Pertamina," ujarnya.

Walaupun dokumen kepemilikan yang ada condong kepada kepemilikan keluarga Markam, faktanya pihak yang terakhir dimenangkan pengadilan perdata ialah pihak-pihak yang diduga menggunakan dokumen palsu. "Akibatnya uang Pertamina Rp244 miliar di rekening BRI dieksekusi. Atas dugaan pidana itu, Pertamina dan keluarga Markam melaporkan Solihin Cs ke Polda Metro Jaya," tutup Harry. (Ars/X-10)

BERITA TERKAIT