18 April 2021, 09:35 WIB

AHY Sebut Ruang Digital Disesaki Kampanye Hitam


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai ruang digital kerap disusupi kebohongan informasi. Dalam perpolitikan, kondisi itu kerap digunakan untuk menyerang lawan politik.

"Di ruang publik dan ruang digital makin disesaki hoaks, fake news, character assasination, hate speech, dan black campaign untuk membunuh karakter lawan politik demi kekuasaan," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Minggu (18/4).

Hal itu disampaikan AHY di saat menjadi pembicara dalam webinar 'Membangun Integritas Generasi Penerus Bangsa: Menghadapi Dinamika Kehidupan Berpolitik'.

Baca juga: Poros Koalisi Parpol Islam Dinilai Minim Figur

Dia menilai, saat ini, ada fenomena 'post truth politics'.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjelaskan, fenomena itu adalah kebohongan yang terus menerus diulang. Kemudian bisa dianggap sebagai kebenaran yang baru.

Post truth politics, kata AHY, perlu dipahami generasi muda. Sekaligus mencegah terjadinya gelombang disinformasi.

"Lama kelamaan politik di Indonesia akan diwarnai kebohongan yang keji dan merusak satu sama lain. Mari kita cegah ini. Mari kita bangun politik yang beretika dan bermoral," ucap AHY.

AHY juga mengingatkan bahwa Indonesia dihadapi tantangan politik identitas dan polarisasi. Jika hal itu dibawa dalam kontestasi politik, bisa memberikan dampak besar dalam memecah belah bangsa.

"Politik identitas selalu tidak baik bagi bangsa kita. Indonesia adalah negara yang majemuk, keberagaman merupakan sebuah kekuatan, bukan sesuatu yang membuat kita tercerai berai," pungkas AHY. (OL-1)

BERITA TERKAIT