07 April 2021, 08:40 WIB

KPK Sebut Singapura Surganya Koruptor


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan sulitnya mencari buronan kasus rasuah di Indonesia. Beberapa tersangka korupsi melarikan diri ke Singapura untuk mencari keamanan.

"Kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura yang menjadi surganya koruptor," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).

Karyoto mengatakan Indonesia tidak akan bisa meminta bantuan pemerintah Singapura maupun otoritas keamanan mereka untuk mengembalikan para koruptor. Aturan mereka yang kukuh menolak ekstradisi menjadi halangan.

Baca juga: KPK Buru Pembantu Pelarian Samin Tan

Masalah tempat tinggal di Singapura pun menjadi kendala. Tingkat kesulitan menjemput para tersangka di Singapura makin susah jika pelakunya memiliki rumah di sana.

"Memang di Singapura nih kalau orang yang sudah dapat permanen residence dan lain-lain agak repot, sekalipun dia sudah ditetapkan tersangka," ujar Karyoto.

Selain itu, lokasinya terlalu dekat dengan dengan Indonesia juga dimanfaatkan para tersangka untuk kabur. Lokasi yang dekat itu dinilai bagian dari mengirit ongkos.

Meski begitu, KPK tidak akan menyerah dalam mencari para buronan. Lembaga Antikorupsi sudah membuat tim pencari buronan untuk membuktikan keseriusan mereka. (OL-1)

BERITA TERKAIT