06 April 2021, 20:59 WIB

Dua Tersangka Kasus Penembakan Laskar FPI tidak Ditahan


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka terkait tewasnya empat Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek km 50. Meskipun demikian, para tersangka belum ditahan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/4), mengatakan Polri memiliki pertimbangan tersendiri untuk tidak menahan dua tersangka tersebut. "Penyidik punya pertimbangan subjektif dan objektif. Nanti penyidik akan mempertimbangkan itu," ujar Rusdi.

Rusdi mengatakan salah satu tersangka berinisial EPZ dihentikan penyidikannya, karena telah meninggal dunia. Keputusan pemberhentian ini berdasarkan Pasal 109 KUHAP.

 

Rusdi memastikan penyidik akan menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. "Jadi kelanjutannya, terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa KM 50. Oleh karena itu pada rekan-rekan sekalian kita tunggu saja," tutur Rusdi.

Sebelumnya, diketahui empat Laskar FPI masih hidup sebelum polisi membawanya dengan mobil setelah terjadi baku tembak di tol Jakarta-Cikampek km 50. Para tersangka diduga menembak mati Laskar FPI tersebut lantaran melawan petugas.

Komnas HAM juga menyimpulkan bahwa petugas polisi melanggar HAM karena membunuh 4 dari 6 laskar tanpa upaya mencegah banyaknya korban jiwa. (OL-14)

BERITA TERKAIT