06 April 2021, 16:16 WIB

Operasi Amfibi 202 Siap Rebut Kembali Wilayah Kedaulatan NKRI


Jean Willyam | Politik dan Hukum

HANGATNYA sinar mentari menemani jajaran barisan pasukan amfibi di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/4) pagi. Mereka tengah menanti dimulainya apel gelar pasukan latihan operasi amfibi tahun anggaran 2021.

Latihan ini diselenggarakan oleh Komando Armada Satu (Koarmada I) TNI Angkatan Laut yang memegang ranah untuk membina kemampuan para pasukan amfibi.

Aba-aba barisan disiapkan dari masing-masing pimpinan regu mengawali jalannya apel. Kepala Staf Komando Armada I Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto memimpin apel, mewakili Pangkoarmada I. Bambang didampingi jajaran kemudian berkeliling, mengecek kesetiap regu untuk melihat bagaimana kesiapan pasukan amfibi TNI AL tersebut.

Tema latihan yang diusung tahun ini yaitu "Koarmada I melaksanakan Latihan Operasi Amfibi di Jakarta, Laut Jawa dan Dabo Singkep dalam rangka merebut kembali wilayah kedaulatan NKRI".

Tujuannya guna menguji dan meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan Proses Pengambilan Keputusan Militer atau PPKM serta mensinergikan kemampuan unsur-unsur utama dan pendukung dalam melaksanakan Operasi Amfibi.

"Latihan ini merupakan salah satu dari pada program kegiatan latihan yang dilaksanakan oleh Koarmada I dalam rangka melaksanakan tupoksinya sebagai Kotama Bin dan Kotama Ops. Kotama Bin salah satu tugasnya adalah melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan. Salah satu dari kemampuan yang harus dibina adalah peperangan amfibi, dan ini barusan kita laksanakan adalah salah satu proses etape dari pada perencanaan ataupun persiapan daripada operasi latihan amfibi," jelas Bambang.

Baca juga: KRI Bung Tomo 357 Terapkan Protokol Kesehatan

Tahap latihan meliputi gladi posko dan manuver lapangan. Gladi posko dilaksanakan di Kolat Koarmada I dari tanggal 29 Maret sampai 1 April 2021. Sementara manuver lapangan dilaksanakan di Laut Jawa, Laut Natuna Selatan, Dabo Singkep, dari tanggal 6 sampai 14 April 2021.

Materi latihan selama manuver lapangan terdiri dari tahapan Gerakan Menuju Sasaran (GMS), mine field transit, peperangan anti udara, SAG procedure, SAU procedure, GKK lintas permukaan dan lintas heli, bantuan tembakan kapal, serta beaching tempur.

"Latihan amfibi ini merupakan satu kemampuan yang harus dibina oleh Koarmada I dalam bentuk proyeksi kekuatan dari laut ke darat yang dilaksanakan oleh pasukan marinir, yang kemudian dikenal sebagai serbuan amfibi.Kegiatan ini akan dilaksanakan kurang lebih oleh 7 KRI, didukung 5 pesawat, melibatkan 1.200 personel serta kurang lebih ada 10 ranpur yang akan dilibatkan," terang Bambang.

Sasaran dari latihan ini yaitu menguasai Perencanaan dan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) khususnya bidang operasi amfibi. Selain itu juga menguasai tahap-tahap pelaksanaan operasi amfibi, menguasai komunikasi jalur komando pelaksanaan operasi amfibi.

Tujuannya ialah terwujudnya kesiapsiagaan prajurit Koarmada I dalam menjalankan tugas pokok dengan tepat baik personel maupun materil, dan terwujudnya interoperability Alutsista TNI AL di jajaran Koarmada I.

Pada akhir apel, Bambang melepas keberangkatan KRI John Lie II yang mengantarkan para pasukan amfibi memulai latihan mereka ditahap manuver lapangan. Di tengah pandemi Covid-19, jalannya latihan tetap memerhatikan protokol kesehatan. (A-2)

BERITA TERKAIT