02 April 2021, 13:35 WIB

Elevasi Waduk Bili-bili Waspada, Warga Dilarang Aktivitas di Hilir


Lina Herlina | Politik dan Hukum

ELEVASI Waduk Bili-bili saat ini mencapai ketinggian muka air 100,29 Mdpl (meter di atas permukaan laut). Ketinggian muka air tersebut sudah di atas normal yang harusnya 99,50 Mdpl. Karenanya, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS PJ) membuka pintu air Bendungan Bili-bili setinggi 150 sentimeter, Jumat (2/4), mulai pukul 12.00 Wita. Tinggi air menuju level waspada.

Sehari sebelumnya, pintu air sudah dibuka dengan ketinggian antara 100-200 sentimeter karena hujan deras di hulu Sungai Jeneberang dengan intensitas 167 milimeter per 12 jam. Hujan mengakibatkan inflow masuk ke Waduk Bili-bili sebesar 605,37 meter kubik per detik. Lebih besar dibanding outflow ke Sungai Jeneberang yang hanya 307,52 meter per detik.

Ada pun pertimbangan pintu air dibuka, menurut Kepala BBWS PJ Adenan Rasyid, kondisi hulu Sungai Jenelata hujan 1 mm per jam masih dalam klasifikasi ringan, tapi elevasi di hilir Sungai Jeneberang (Bendung Bisua) akibat penambahan bukaan pintu masuk ke level waspada 31,79 Mdpl.

"Disampaikan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas atau kegiatan penyebrangan sungai, menambang, memancing dan semua aktivitas di hilir sungai. Mohon kerja samanya untuk keselamatan kita bersama" imbau Adenan.

Baca juga:  Pintu Air Rusak di Waduk Kaja Telah Diperbaiki

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pun meninjau ketinggian air Sungai Jeneberang, di Jembatan Kembar, Kabupaten Gowa. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi air Sungai Jeneberang, akibat tingginya curah hujan yang terjadi dua hari terakhir.

"Saya minta kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah sempadan Sungai Jeneberang untuk tetap tenang," ujarnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak banjir, karena kondisi intensitas hujan yang masih tinggi.

Andi Sudirman juga mengaku akan tetap melakukan koordinasi dengan SKPD, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel untuk siap siaga mengantisipasi kemungkinan adanya dampak banjir dan angin kencang di beberapa wilayah di Sulsel.(OL-5)

BERITA TERKAIT