09 March 2021, 14:01 WIB

Wapres: Pendidikan Daring bisa Minimalisir Kesenjangan Antar-Pulau


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengakui hingga saat ini masih terjadi kesenjangan kualitas pendidikan tinggi antara Pulau Jawa dan Luar Jawa. Kolaborasi antara perguruan tinggi di Jawa dan Luar Jawa dinilai bisa mengurangi kesenjangan tersebut. 

“Kesenjangan pendidikan tersebut dapat diminimalisir melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah,” ujar Ma'ruf Amin melalui keterangan persnya usai menerima secara langsung jajaran Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI), Selasa (9/3).

Baca juga: KPK Panggil 6 Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Mesin di PG Djatiroto

Menurut Ma’ruf, situasi pandemi covid-19 ternyata bisa mendorong percepatan kerja sama antara perguruan tinggi tersebut. Adanya mekanisme kuliah online menyebabkan banyak orang di luar Jawa untuk belajar di perguruan tinggi di Jawa yang lebih berkualitas secara daring. 

“Jadi, pandemi ini mendorong ya. Mendorong banyak orang daerah yang ingin S2, ini sangat bermanfaat mereka dapat S2 dengan online. Bisa mengatasi problem selama ini antara masyarakat di pulau Jawa dan non pulau Jawa mengenai pendidikan. Semua universitas harus terbuka,” ucapnya.

Ma’ruf menyebut UI sebagai salah satu kampus tertua di Indonesia ikut berperan dalam pengembangan SDM di tengah pandemi ini. 

“Sebagai Universitas tertua di Indonesia, kiprah UI sebagai perguruan tinggi pencetak SDM unggul sangat diakui. Kualitas SDM unggul sangat penting bagi bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.

Lebih lanjut, di samping mendorong terwujudnya generasi unggul di tahun 2045, pemerintah juga terus bergerak agar percepatan proses vaksinasi dan proyek inovasi di bidang kesehatan yang lain dapat tumbuh dan dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

“Setelah ada metode swab, ada juga pengembangan obat herbal. Industri kesehatan kita tumbuh juga. Selain vaksin juga sudah dikembangkan Genose dari Universitas Gadjah Mada,” paparnya.

Sementara itu, Rektor UI Ari Kuncoro menyampaikan rencana penyelenggaraan webinar sekaligus memohon kesediaan Wapres untuk dapat memberikan keynote speech dalam webinar yang akan diselenggarakan pada 25 Maret 2021 dengan topik Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kami membuat webinar pada 25 (Maret 2021) tentang kesehatan. Pembicaranya ada Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, Menteri Riset dan Teknologi, ada juga Dekan Fakultas Teknik. Kami mohon Pak Wapres untuk berkenan menjadi keynote speech pada acara tersebut,” ucap Ari.

Sebagai informasi, MWA UI merupakan badan tertinggi di universitas yang mewakili kepentingan pemerintah, masyarakat, dan universitas. Dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No.68/2013 tentang Statuta Universitas Indonesia. Statuta Universitas Indonesia merupakan peraturan dasar pengelolaan UI yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di UI. MWA UI memiliki tugas untuk menetapkan kebijakan umum universitas, mengangkat atau memberhentikan pimpinan universitas, melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian umum atas pengelolaan universitas, dan melakukan penilaian kinerja pimpinan universitas. (OL-6)

BERITA TERKAIT