09 March 2021, 00:06 WIB

211 Prasis Dikmaba Dilantik jadi Prajurit TNI AD


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

SEBANYAK 211 Prajurit Siswa  Pendidikan Pertama Bintara (Prasis Dikmaba) dilantik dan diambil sumpahnya oleh Komandan Kodiklatad, Letjen A.M Putranto untuk mengabdi, menjalankan tugas dan tanggung jawab prajurit TNI AD. 

Putranto hadir di Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat untuk mengikuti pelantikan Prasis Dikmaba TNI AD Wanita TA. 2020.

Upacara pelantikan berlangsung di lapangan Srikandi II dengan Komandan Kodiklatad bertindak sebagai Inspektur Upacara.

“Saya ucapkan Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin pada hari ini, Kamis 11 Februari 2021 pukul 09.00 WIB Pendidikan pertama Bintara TNI AD Wanita Tahun Anggaran 2020, saya nyatakan dengan resmi ditutup,” ujar Putranto.

Dalam pendidikan ini, lanjut Putranto, seluruh calon anggota ikut latihan pembentukan dasar menjadi seorang bintara untuk wanita Angkatan Darat. 

"Di minggu terakhir mereka melaksanakan latihan berganda, didahului dengan IC kemudian latihan perorangan, kemudian kelompok, sampai dengan dia ke tahap-tahap yang sudah ditentukan sesuai dengan program yang ada di Pusdik Kowad,” paparnya. 

Ia juga berharap para bintara TNI AD wanita dapat berkembang di satuannya dan tetap mengikuti Pendidikan di kecabangan masing-masing sesuai hasil tes psikologi mereka.

BAca juga : Polri Antisipasi Gangguan Kamtibmas Efek Kisruh Demokrat

“Harapan saya ke depan mereka menjadi salah satu pilar-pilar untuk jajaran di Angkatan Darat khususnya untuk para Bintara TNI AD Wanita dan ini memberikan tolak ukur kepada kita, bahwa hasil didik kita akan dilihat beberapa tahun kemudian," terangnya. 

"Tentunya mereka mempunyai rasa kehormatan yang tinggi, kemudian bekerjanya dengan baik, seperti yang saya sampaikan bekerjalah dengan hati, profesional, dan jangan pernah lupa untuk bersyukur,” tambahnya. 

Selama menjalani pendidikan selama 5 bulan, Serda (K) Nurjanah Ohorella mendapatkan prestasi sebagai siswa didik terbaik. 

Ia mengaku tidak menyangka dapat menyandang prestasi tersebut, karena tujuannya hanya untuk belajar dan menempuh Pendidikan menjadi seorang tentara wanita.

“Terima kasih karena ini salah satu pencapaian terbaik, dengan hasil seperti ini bisa mengangkat derajat orang tua. Selain hasil didikan disini, ini juga hasil didikan orang tua,” ujar Nurjanah.

Gadis yang berasal dari Ambon, Maluku itu termotivasi menjadi prajurit TNI AD wanita karena melihat kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi untuk negeri. 

“Bila nantinya sudah ada di kedinasan, sebagai seorang TNI harus bisa loyal itu yang paling utama dalam TNI. Kedisiplinannya juga mesti tinggi, bagaimana benar-benar menjaga nama baik TNI agar tidak merusak citra TNI,” pungkasnya. (OL-7) 

BERITA TERKAIT