08 March 2021, 15:00 WIB

Saatnya Perempuan Aktif Membangun Bangsa Melalui Politik


Sri Utami | Politik dan Hukum

KETUA Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI), Diah Pitaloka menilai perjuangan perempuan untuk dapat duduk di kursi parlemen dan terlibat langsung dalam pembuatan keputusan tidaklah mudah. Pasalnya mereka harus berjuang menghadapi stigma dan kendala struktural maupun kultural sebagai perempuan. 

Mereka yang berkiprah di parlemen diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik terhadap perlindungan dan kesejahteraan kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan.

"Perempuan dengan segala dinamikanya menghadapi tantangan tersendiri ketika akan terjun ke dunia politik. Hal ini penting untuk diapresiasi untuk terus memberikan semangat dan dukungan kepada perempuan agar terus terlibat aktif dalam pembangunan bangsa melalui politik," katanya dalam siaran persn yang diterima mediaindonesia.com, Senin (8/3).

Sebagai salah satu elemen masyarakat, perempuan merupakan faktor penting menuju Indonesia Maju 2045. Sejumlah isu krusial  sangat erat dan dekat dengan kehidupan perempuan. 

"Isu lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan komunitas, pembangunan desa, hingga teknologi informasi, adalah sebagian kecil dari isu-isu penting perempuan terlibat aktif dan partisipatif," lanjut Diah.

Baca juga: Puan Maharani Minta Anggota DPR Produktif

Perempuan parlemen juga merupakan kelompok kepentingan yang berkiprah dan terjun langsung dalam isu-isu penting tersebut. Oleh karenanya dalam ajang pameran foto perempuan parlemen yang digelar tahun ini, publik dapat menyaksikan beragam wajah perempuan yang berkutat dengan bermacam-macam upayanya di parlemen maupun keseharian.

"Mereka akan tampil di daerah pemilihan, saat menyerap aspirasi dan suara konstituen, ketika rapat di ruang-ruang komisi, atau saat menemui elemen masyarakat. Berbagai hal akan terlihat dari pameran foto perempuan parlemen ini. Silakan nanti publik yang menilai bagaimana kiprah para perempuan di parlemen melalui foto-foto yang ditampilkan," kata Diah.

Kegiatan pameran foto dan rangkaian talkshow ini merupakan kesempatan apresiasi kepada perempuan parlemen Indonesia yang telah turut serta mewarnai pengambilan kebijakan di Tanah Air. Selain itu acara yang digelar 8-18 Maret tersebut juga dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) 

"Acara ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi setiap perempuan di Tanah Air untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Indonesia di berbagai bidang, termasuk politik," tukasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT