06 March 2021, 16:45 WIB

Sikap Moeldoko dalam Kisruh Demokrat Dinilai tidak Etis


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PENGAMAT politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menyebut sikap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam kisruh internal Partai Demokrat tidak etis. Moeldoko dinilai memanfaatkan kisruh internal di Demokrat lantaran menerima penetapan sebagai ketua umum versi KLB Deli Serdang.

"Ini jelas tidak etis. Seharusnya diselesaikan dulu (internal). Ini menyebabkan orang-orang berasumsi negatif bahwa ada sumber pendanaan yang menyebabkan orang seperti Moeldoko bisa naik di situ," kata Firman saat dihubungi, Sabtu (6/3).

Menurutnya, Demokrat hingga saat ini memang memiliki berbagai persoalan internal, mulai dari demokrasi internal, ideologisasi tidak berjalan, hingga peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai belum bisa menjadi pemersatu semua faksi di partai berlambang mercy itu.

Namun, kata Firman, upaya yang dilakukan sejumlah kader dan senior yang sudah dipecat memilih pihak eksternal sebagai ketua umum itu akan menjadi preseden buruk. Terlebih, imbuhnya, Moeldoko merupakan pejabat aktif di lingkungan Istana.

"Tapi jalan keluarnya jangan seperti ini. Ini mengajarkan generasi politik ke depan bahwa anda bisa melakukan apapun asal ada uang," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Moeldoko menerima mandat KLB Deli Serdang sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Eks Panglima TNI era SBY itu ditetapkan sebagai ketua umum periode 2021-2025. KLB digelar kubu yang menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono lengser. (OL-14)

BERITA TERKAIT