26 February 2021, 16:15 WIB

Kepala Daerah yang Baru Dilantik Diminta Fokus Tangani Covid-19


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

SEBANYAK 178 bupati dan walikota hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 dilantik, hari ini. Kepala daerah yang baru dilantik, diminta memprioritaskan tiga hal dalam penanganan pandemi covid-19.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, ada lima bupati dan wakil bupati serta Wali Kota dan Wakil Walikota yang dilantik oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal Z A.

"Pertama program percepatan penanganan Covid-19, agar terus berjalan. Arahan presiden penanganan Covid-19 memerlukan koordinasi dan kerja sama, khususnya dalam rangka memutus mata rantai penularan dan berabagi dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten/Kota," ujar Safrizal seusai acara pelantikan yang disiarkan secara daring.

Para kepala daerah yang dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Tanah Bumbu Zairullah Azhar-Muhammad Rusli, Aditya Mufti-Arifin-Wartono dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru. Kemudian Saidi Mansyur-Habib Idrus dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar. Aulia Oktafiandi-Mansyah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Abdul Hadi-Supiani yang dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Balangan. 

Kedua, kepala daerah yang baru dilantik diminta untuk meningkatkan program 3 T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Safrizal mengingatkan agenda pemulihan ekonomi, juga menjadi hal penting dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 antara lain menjaga daya beli masyarakat, ketersediaan barang pokok, dan peningkatan kualitas layanan publik.

Hal ketiga, para kepala daerah perlu memastikan kelancaran vaksinasi Covid-19 sebagai program prioritas pemerintah.

"Penuhi sesuai tahapan bahkan kalau perlu lakukan secepat-cepatnya sambil terus menegakkan protokol kesehatan secara ketat sehingga kurva penambahan kasus di Kalimantan Selatan akan dapat ditekan dan kesembuhan meningkat," tegas Safrizal.

Baca juga: Novel Minta Perkara Penyiraman Air Keras Lanjut, Polri: ke Propam

Selain penanganan pandemi, bupati dan wali kota yang baru saja dilantik diingatkan untuk melakukan penanganan bencana banjir yang baru saja terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Penanganan banjir, tegas Safrizal, menjadi fokus bersama meliputi pemulihan, rekronstruksi, pascabencana banjir, dan penanganan pengungsi.

"Perbaiki akurasi data kerusakan akibat banjir secara cermat sehingga penanganan masyarakat terdampak bisa tepat sasaran," tegas dia.

Ia mengingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan akan potensi bencana hidrometeorologi bersamaan dengan berlangsungnya musim hujan. Oleh karena itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan meminta kepala daerah meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan serta memastikan distribusi barang dan jasa tidak terkendala saat bencana.

"Juga lakukan program yang dijanjikan saat kampanye," tukasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT