23 February 2021, 17:16 WIB

Jokowi: Mendorong Kesetaraan Vaksin untuk Bangkit Bersama


Fetry Wuryasti | Politik dan Hukum

PRESIDEN RI Joko Widodo mengatakan dari hari ke hari negara-negara di dunia belajar untuk memahami virus Covid-19 dan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasinya. Pada saat yang sama negara-negara juga harus berusaha untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi.

Sudah sekitar satu tahun banyak negara menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Lebih dari 110 juta orang di seluruh dunia terdampak dan hampir 2,5 juta orang harus kehilangan nyawa karena virus ini.

Baca juga: Jokowi Tiba di Sumba untuk Meninjau Food Estate

"Masing-masing negara sudah melakukan upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun lebih dari itu kita harus merancang secara akurat, lebih detil apa yang harus dilakukan bersama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia," kata Presiden RI Joko Widodo, dalam video rekaman membuka secara virtual acara The International Conference on Covid-19 Pandemic yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), Selasa (23/2).

Dia tekankan, dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus Covid-19 jika masih ada satu negara yang belum bebas dari virus tersebut. Yang paling penting untuk menangani pandemi ini adalah kerja sama di internal masing-masing negara dan juga gandengan negara di dunia.

"Semangat kerja sama terus perlu ditekankan karena no one is save until everyone is," kata Jokowi.

Saat ini, vaksin Covid-19 sudah mulai tersedia, pelaksanaan vaksinasi sudah dimulai dan menimbulkan harapan baru bagi dunia. Negara-negara di dunia pun berpacu mengamankan vaksin bagi kebutuhan rakyat mereka.

Tahun 2021 menjadi momentum untuk bangkit dan menjawab berbagai peluang dan bertransformasi. Dunia harus bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan dan bangkit bersama.

Namun semua pihak harus terus mendorong kesetaraan akses vaksin bagi semua dapat terus didorong. Indonesia termasuk salah satu negara yang sejak awal pandemi sudah mulai mengamankan akses dan pasokan vaksin untuk negara.

Diplomasi vaksin sudah berjalan sejak awal pandemi. Indonesia termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi mulai Januari 2021.

"Vaksinasi nasional terus bergulir. Saya harap dapat rampung pada akhir tahun ini. Ini tantangan yang berat dan kita akan berusaha sekuat tenaga mencapai target," kata Jokowi.

Selain mengamankan vaksin untuk kebutuhan nasional, Indonesia juga bergerak di tataran multilateral, berkontribusi melalui institusi-institusi internasional.

"Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional namun selalu berupaya berkontribusi bagi negara-negara di dunia. Oleh krena itu pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai ditingkat PBB," kata Jokowi.

Baca juga: Komisi XI DPR Tegaskan Holding Dapat Memperkuat UMKM

Namun ketersediaan vaksin bukan berarti menyelesaikan masalah. Kita tetap harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah Indonesia saat ini mengedepankan strategi penanganan berskala mikro dengan melibatkan unit sosial komunitas paling bawah yaitu RT dan RW.

"Dengan pola penanganan  berskala mikro saya meyakini penambahan laju kasus baru akan dapat ditekan," kata Jokowi. (OL-6)

BERITA TERKAIT