23 February 2021, 13:44 WIB

Panglima TNI: Misi Perdamaian di Kongo bukan Tugas Mudah


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MENJAGA perdamaian di Kongo merupakan tugas yang sangat sulit. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendorong semua personel yang mengemban tugas ini sebagai tantangan.

Panglima TNI menyampaikan prajurit Indonesia yang terpilih menjalankan misi PBB tidak hanya memiliki profesionalisme. Namun juga kemampuan untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat di tempat penugasan.

“Dengan prinsip ‘to win heart and mind’, misi akan berjalan dengan baik dan lancar. Karena dapat diterima masyarakat di daerah operasi,” terang Hadi lewat sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Staf Umum Letjen TNI Ganip Warsito dalam upacara pemberangkatan satgas MONUSCO 2021, Selasa (23/2).

Baca juga: Jokowi Tiba di Sumba untuk Meninjau Food Estate

Panglima meyakini bahwa dengan bekal latihan, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, prajurit dapat mengemban tugas tersebut dengan baik.

Misi menjaga perdamaian di Kongo diikuti Satuan Tugas (Satgas) Kizi Kontingen Garuda XX-R MONUSCO TA 2021. Terdiri dari 175 prajurit gabungan TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

“Lengkapi lesson learned dari Satgas sebelumnya dengan kemampuan taktis di lapangan yang adaptif dan inovatif untuk mencapai keberhasilan tugas. Unsur komandan harus benar-benar memahami kemampuan dan batas kemampuan, rincian tugas, prosedur standar operasi, ataupun aturan pelibatan,” pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT