22 February 2021, 21:20 WIB

Terobosan bakal Perkuat Rekomendasi Ombudsman


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PARA pengurus baru Ombudsman Republik Indonesia harus melakukan berbagai terobosan demi memperkuat rekomendasi-rekomendasi yang mereka hasilkan.

Mantan anggota panitia seleksi Ombdusman Zumrotin Susilo mengungkapkan, selama ini, rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan Ombudsman sering kali diabaikan dan tidak ditindaklanjuti oleh individu atau institusi yang menjadi target pengawasan dan pemeriksaan.

Oleh karena itu, ia menyarankan Ombudsman bisa bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Jika ada individu yang tidak menjalankan rekomendasi, Ombudsman bisa membuat laporan kepada BKN. Laporan tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai satu nilai negatif yang bisa menghambat karier pejabat tersebut.

"Dengan cara ini, pejabat negara akan berpikir dua kali untuk mengabaikan rekomendasi Ombudsman. Kerja sama ini juga tidak perlu payung hukum. Saya kira cukup dengan MoU saja," ujar Zumrotin kepada Media Indonesia, Senin (22/2).

Baca juga: Presiden Lantik Pengurus Ombudsman Periode 2021-2026

Selain itu, Ombudsman juga harus menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang berperan sebagai pengawas kinerja pelayanan publik seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Migrant Care, Indonesia Corruption Watch, dan lain-lain.

"Contohnya Migrant Care. Saya yakin pelayanan publik di sektor ketenagakerjaan itu tidak berjalan baik. Buktinya masih banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri tanpa dokumen lengkap. Itu menandakan adanya oknum-oknum yang bermain di institusi terkait," tandas Zumrotin. (P-2)

BERITA TERKAIT