22 February 2021, 14:12 WIB

Perbaikan Ekosistem di Hulu untuk Atasi Banjir Mendesak Dilakukan


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin prihatin dengan peristiwa banjir yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Wapres meminta kementerian teknis dan pemerintah daerah segera membuat perencanaan matang untuk perbaikan ekosistem yang sudah banyak rusak. 

“Perbaikan ekosistem di hulu mendesak dilakukan agar peristiwa banjir bisa berkurang intensitasnya,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangan persnya, Senin (22/2).

Baca juga: Polri tak Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Otsus Papua

Menurut Masduki, Wapres melihat bencana banjir bakal terus berulang apabila sebab utamanya tidak dibereskan. Apalagi, tambahnya, Wapres sudah mendapatkan laporan apabila peristiwa banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah terjadi akibat tindakan alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah hulu. 

“Artinya kalau hanya membangun infrastruktur penampung air saat hujan saja tidak cukup apabila alih fungsi lahan hutan menjadi sawah atau perkebunan dan areal pertambangan secara ilegal masih tetap terjadi,” ujarnya.

Apalagi, tambah Masduki, saat ini pemerintah mempunyai dana yang terbatas untuk dialokasikan ke infrastruktur di tengah pandemi Covid-19. Sementara proses dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur penanganan banjir tidak mudah dan murah. 

“Jadi dengan dana yang terbatas, pendekatan yang digunakan harus terintegrasi antara hulu dan hilir. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya Wapres sudah menyoroti aksi perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana alam yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Dirinya meminta kepala daerah segera mengintensifkan penertiban dan penegakan hukum terhadap penambangan maupun penebangan liar di daerah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana. 

“Kepada Pemda dan seluruh jajaran segera melakukan pencegahan dan menghentikan penambangan liar sebelum terjadi kerusakan lebih lanjut,” katanya.

Ma’ruf menyebutkan, pemerintah memang mengupayakan untuk segera melakukan proses kedaruratan yang bersifat mendesak yang diikuti dengan pemulihan pascabencana jangka pendek dan jangka menengah. Namun yang tidak kalah pentingnya, ungkapnya, upaya untuk mencegah terjadinya bencana alam. 

“Sebab kalau sudah terjadi bencana, yang menderita bukan hanya pelaku perusakan, namun seluruhnya. Jadi bukan hanya penanggulangan, rehabilitasi, dan rekonstruksi tapi juga mencegah,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa lokasi di Kalimantan dilanda banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini. Selain merendam rumah dan areal persawahan, banjir ini juga menewaskan sejumlah warga. (OL-6)

BERITA TERKAIT