20 February 2021, 03:00 WIB

Kritik Tanpa Fakta Sumber Perselisihan


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

STAF Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengungkapkan saat ini, di dalam ruang demokrasi, tumbuh subur kritik yang tidak berdasarkan fakta dan data.

Hal tersebutlah yang akhirnya menghancurkan karakter manusia dan memicu perselisihan antar sesama anak bangsa.

Baca juga: Kapolri Terbitkan Telegram Hukuman Polisi yang Terlibat Narkoba

“Persoalan kita sekarang adalah banyak orang bebas-sebabasnya membuat argumentasi tidak berdasarkan fakta dan data, menyinggung SARA dan bahkan di luar batas yaitu menghancurkan karakter seseorang,” ujar Benny melalui keterangan resmi, Jumat (19/2).

Ia melihat begitu banyak masyarakat yang hanya mengeluarkan umpatan tanpa memberi solusi bagi bangsa ini.

“Kritik boleh pedas tapi berdasarkan fakta data dan kenyataan. Kalau hanya memanipulasi keadaan, rekayasa kebohongan, itu bukan kritik,” lanjut Benny.

Hal itu pula yang akhirnya membuat banyak orang dilaporkan oleh pihak-pihak tertentu kepada aparat penegak hukum.

"Jadi yang dilaporkan bukanlah kritiknya tetapi ketidakmampuan menunjukkan data dan fakta yang akhirnya berujung pembulian dan itu termasuk dalam perlanggaran UU ITE,” jelas dia.

Benny pun berharap masyarakat di masa mendatang dapat lebih baik lagi dalam menyampailan kritik. Karena sejatinya, di dalam berdemokrasi, hal tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah kesadaran etis.

“Ruang demokrasi yang sehat perlu nalar yang sehat. Kritik harus meluruskan sesuatu yang salah. Gagasan harus dilawan dengan gagasan,” tandasnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT